Minggu, 19 Juli 2026

Ajakan Bukber Mulai Berdatangan? Herjunot Ali Ingatkan Hal Ini Sebelum Ikutan Buka Puasa Bersama demi Menjaga Kesehatan Mental

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Februari 2026 | 10:30 WIB
Bukber Bukan Sekedar Kumpul atau Reunian, Herjunot Ali Ingatkan Hal Ini Sebelum Ikutan Buka Puasa Bersama demi Menjaga Kesehatan Mental (Instagram/herjunotali.studio)
Bukber Bukan Sekedar Kumpul atau Reunian, Herjunot Ali Ingatkan Hal Ini Sebelum Ikutan Buka Puasa Bersama demi Menjaga Kesehatan Mental (Instagram/herjunotali.studio)

"Gimana kalau puasa kali ini lo latihan untuk berani bilang nggak demi melindungi kesehatan pikiran lo? Karena nggak semua kumpul-kumpul itu niatnya ngumpul kok. Ikut bukber yang bikin happy, bukan feeling empty," pungkasnya.

Baca Juga: Teuku Ryan Bocorkan Hal Ini Sebagai Persiapan Puasa Ramadhan Usai Jalani Umroh, Bakal Bukber dengan Moana dan Ria Ricis?

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengaku setuju bahwa bukber terkadang berubah menjadi ajang pamer pencapaian, alih-alih momen nostalgia.

"Bukber bukan ngomongin nostalgia, tapi kebanyakan pada pamer pencapaian. I feel you bang, di saat yang lain udah punya jabatan tinggi, udah pada gendong anak, sedangkan kita jomblo dan nasib masih sini-sini aja, nggak apa-apa kalo gak ikut bukber," komentar salah satu netizen.

"Setuju, bukber di rumah aja bang, sering nggak enak kalo di tengah keramaian apalagi sama temen lama yang udah gak se-frekuensi, karena mental kita harus dilindungi," imbuh netizen lainnya.

Secara psikologis, buka puasa bersama memang bisa menjadi sarana coping sosial yang positif.

Baca Juga: Fuji Posting Bukber Bareng Keluarga Verrell Bramasta hingga Psikolog Sorot 5 Hal Ini, Dapat Lampu Hijau dan Restu Venna Melinda?

Interaksi hangat dengan orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan hormon endorfin, serta memperkuat rasa kebersamaan.

Namun, jika terlalu sering dilakukan atau disertai tekanan sosial dan finansial, bukber justru bisa memicu kelelahan emosional (social burnout).

Karena itu, memilih lingkungan yang suportif dan nyaman menjadi kunci agar manfaat psikologis dari silaturahmi benar-benar terasa.

Dalam pandangan psikologi, bukber adalah alat coping sosial yang sangat baik di bulan Ramadhan, asalkan dilakukan dengan niat tulus untuk silaturahmi, bukan ajang pamer atau sekadar mengikuti tren, sehingga manfaat psikologisnya benar-benar terasa.

Pada akhirnya, bukber seharusnya menjadi momen mempererat hubungan, bukan ajang pembuktian pencapaian.

Berani berkata "tidak" pun bisa menjadi bentuk menjaga kesehatan mental di bulan Ramadhan dengan menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak nyaman.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @herjunotali.studio

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X