SketsaNusantara.id- Sesaat lagi, umat Kristiani akan menggelar peringatan Kenaikan Yesus Kristus.
Ada baiknya jika turut mengenal sejarah Kenaikan Yesus Kristus, terlebih dari umat Kristen sendiri.
Peristiwa yang akan diselenggarakan pada 29 Mei 2025 ini merupakan peristiwa terangkatnya Yesus Kristus.
Hal ini terjadi 40 hari setelah Paskah. Saat itu Yesus Kristus diangkat usai memperlihatkan diri di Bukit Zaitun.
Momen itu juga menjadi pertanda sebagai akhir perjalanan hidupNya. Kenaikan Yesus Kristus secara badani ke surga juga memiliki makna.
Yakni menandai bahwa Ia adalah orang Nazaret pertama yang masuk surga. Sekaligus menjadi penghubung utama pekerjaan di bumi dan di surga.
Lebih lanjut, sejarah ini kemudian menjadi keyakinan bagi umat Kristiani akan permuliaan dan peninggian Yesus usai kematian, kebangkitanNya dan kembalinya Dia ke Allah Bapa.
Peristiwa itu juga dinilai menjadi momen yang sakral untuk menunjukkan kesatuan Yesus dengan Allah Bapa.
Dalam Alkitab memang tidak disebutkan secara jelas mengenai peristiwa tersebut. Namun sudah dicatat secara eksplisit.
Dalam Markus 16:19 disebutkan, "Sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-muridnya, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah".
Tak hanya itu, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus juga disebutkan dalam Lukas 24:50-52, yang berbunyi:
Artikel Terkait
Mgr. Agustinus Subianto Ajak Umat Kristiani Dukung Pemerintah untuk Singkirkan Kegelapan di Indonesia
Peringati Hari Kebangkitan Yesus, Download 13 Link Twibbon Paskah 2025 Lengkap dengan Ucapan Singkat Happy Easter
Dari Dana Kas Masjid ke Bank Skala Nasional, Jejak Sejarah BRI Dimulai dari Purwokerto
Bakal Ada Libur Panjang, Kapan? Ini Daftar Cuti Bersama Saat Momen Hari Kenaikan Yesus Kristus, Pas Untuk Pergi Berlibur Bareng Keluarga
Politisi PSI Panen Kritik Usai Sebut Gibran Jadi Wapres Terbaik Sepanjang Sejarah RI, Warganet Ramai Beberkan Prestasi Bung Hatta hingga BJ Habibie
Realisasi FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pemerintah Naikkan Kuota Rumah Subsidi Jadi 350 Ribu Unit di Tahun Pertama Prabowo Subianto