SketsaNusantara.id- Kegiatan halal bihalal telah menjadi salah satu tradisi yang selalu ada setelah merayakan hari raya Idul Fitri.
Saat momen halal bihalal ini, semua orang berkumpul bersama keluarga besar kerabat, teman, hingga tetangga.
Tradisi halal bihalal juga menjadi kesempatan istimewa untuk bertemu dengan semua orang, berbagi cerita, hingga menikmati hidangan lezat bersama.
Istilah "Halal Bihalal" sendiri berasal dari kata halal atau halalal dalam bahasa Arab.
Meski asalnya dari bahasa Arab, namun tradisi halal bihalal aslinya dibuat di Indonesia dan bahkan sudah dibakukan dalam KBBI.
Menurut KBBI, halal bihalal adalah sebuah acara untuk saling memaafkan atau bentuk silaturahmi setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.
Biasanya halal bihalal diadakan di suatu tempat, seperti auditorium, aula, dan lainnya oleh sekelompok orang, dikutip SketsaNusantara.id dari website uici.ac.id.
Tradisi halal bihalal pun memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan berkomunitas, antara lain:
1. Kebersamaan
Halal bihalal mengajarkan arti hubungan antara sesama manusia yang saling menjaga dalam keharmonisan.
2. Memaafkan
Artikel Terkait
10 Poster Tema Lebaran atau Idul Fitri 2025 1446 H, Cocok untuk Pamflet Acara Pesta Hari Raya atau Halal Bihalal
Ada Kampung Halaman Kamu? Intip 11 Daerah yang Gencar Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat pada Penghujung Idul Fitri, Ada dari Luar Pulau Jawa!
Sejarah Lebaran Ketupat yang Gak Asing Lagi Jadi Rangkaian Idul Fitri, Ternyata Tradisi Ini Dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, Apa Tujuannya?
Seminggu Setelah Idul Fitri Ada Apa? Kenali Makna Lebaran Ketupat yang Marak Digelar di Pulau Jawa, Tradisi Sejak Abad 15
Ampuh! 6 Tips Mengembalikan Produktivitas Bekerja Usai Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri
Asal-Usul Perayaan Idul Fitri, Tak Lepas Dari Kemenangan Perang Badar dan 2 Perayaan Masyarakat Jahiliyah Ini