SketsaNusantara.id - Pada hari Jumat, 15 November 2024, Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pertandingan ini bukan hanya dinanti karena persaingan sengit di lapangan, namun juga karena tanggal tersebut memiliki makna bersejarah bagi Indonesia, terutama dalam hubungan dengan Jepang dan Belanda.
Tak heran, jika laga ini ramai dibicarakan di media sosial, bahkan disebut sebagai "Reuni Indonesia dan Jepang" karena bertepatan dengan beberapa peristiwa besar di masa lalu.
Baca Juga: Pernah Menangkis Tendangan Lionel Messi, Ini Ungkapan Kepercayaan Diri Maarten Paes Saat Lawan Jepang Besok di GBK
Sejumlah netizen mengenang beberapa peristiwa besar yang pernah terjadi pada tanggal 15 November di tanah air dan mengaitkannya dengan laga Indonesia vs Jepang yang akan berlangsung di GBK.
Seperti akun Instagram @aragongmils, yang mengenang peristiwa Perjanjian Linggarjati yang terjadi pada tanggal 15 November 1947 lalu bertepatan dengan jadwal Laga Indonesia vs Jepang yang digelar 15 November 2024.
"Reuni Perjanjian Linggarjati 15 November 1946 - Indonesia vs Jepang 15 November 2024," tulis akun Instagram @aragomils.
Baca Juga: Profil Zion Suzuki, Sosok Kiper Timnas Jepang yang Berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Menilik dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, tanggal 15 November mencatat momen penting dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah Perjanjian Linggarjati.
Pada 15 November 1947, perjanjian ini ditandatangani antara Indonesia dan Belanda berdasarkan hasil perundingan yang berlangsung selama 5 hari di Desa Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat.
Perjanjian tersebut ditandatangani sebagai pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Baca Juga: Kelas! Jawaban Tegas Justin Hubner Disinggung Akan Melawan Jepang yang Punya Banyak Jebolan Liga Champions
Perjanjian Linggarjati ini melambangkan awal upaya diplomasi Indonesia untuk mengukuhkan kemerdekaannya di mata dunia.
Di sisi lain, 15 November 2024 menjadi reuni Indonesia dengan Belanda dan Jepang. Hal ini dikarenakan sejumlah pemain Timnas Indonesia yang akan berlaga di lapangan merupakan pemain naturalisasi keturunan Belanda.
Oleh karena itu, pertandingan Indonesia vs Jepang akan menjadi momen bersejarah, di mana Skuad Garuda berupaya mencetak kemenangan di "kandang" sendiri dengan diperkuat pemain naturalisasi dari Belanda.
Baca Juga: Imbas Diserang Netizen? Mees Hilgers Minta Maaf karena Absen di Laga Indonesia vs Jepang, Komentar Teuku Wisnu Bikin Adem Ayem
Di media sosial, para netizen juga menyinggung aspek historis hubungan antara Jepang dan Belanda pada masa pendudukan Indonesia zaman dahulu kala.
Salah satunya mengingat kembali masa-masa kerja paksa atau Romusha yang terjadi di Indonesia selama masa penjajahan Jepang dari April hingga September 1942.
Banyak warga Indonesia kala itu yang dikerahkan untuk bekerja dalam kondisi yang sangat berat tanpa imbalan yang memadai, dan sejarah ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Jelang Indonesia Vs Jepang di Round 3, Asal Biaya Naturalisasi Masih Dipertanyakan, Ini Jawaban Gamblang PSSI
"Indonesia vs Jepang 15 November 2024 bakal jadi reuni antara 3G vs 3A. Kerja Rodi vs Romusha 1942," komentar akun @LalaOlalala.
Laga Kualifikasi Piala Dunia di GBK 15 November 2024 ini dianggap sebagai momen pembuktian, di mana generasi baru Indonesia menghadapi Jepang dalam lapangan kompetisi, bukan dalam peperangan atau penjajahan.
Selain mengenang masa kerja paksa, pertandingan ini juga disoroti sebagai refleksi kemenangan Indonesia di panggung internasional.
Baca Juga: Mees Hilgers Cedera Apa? Bek Timnas Indonesia Absen Sementara untuk Jalani Proses Pemulihan, Ini Dampaknya jika Dipaksa Terus Bermain di Lapangan
Netizen juga menyinggung Belanda yang kini secara tidak langsung melawan Jepang yang berkebalikan terjadi pada masa lampau ketika Belanda menyerah pada Jepang tahun 1942.
"Gold Gospel Glory vs Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia (pov: REUNI AKBAR Belanda vs Jepang)," komentar akun @winterfall_.
Netizen bahkan menghubungkannya dengan peristiwa 14 Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu, yang memicu proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Baca Juga: Profil dan Sepak Terjang Kevin Diks, Pesepakbola Keturunan Ambon Siap Perkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tanggal-tanggal ini menjadi titik balik yang menandai era baru bagi Indonesia, yakni sebagai bangsa merdeka yang kini berupaya berkompetisi di tingkat dunia, termasuk di bidang sepak bola.
"Dalam sejarah 1945, Jepang menyerah terhadap sekutu, apakah 15 November 2024 Jepang akan menyerah kembali di GBK? wkwkwk," komentar akun @livestreamingbola24jam.
"Timnas Jepang menyerah pake syarat boleh deh tapi kita udah gak bisa kasih rempah-rempah ya," imbuh akun @Heychaaan.
Baca Juga: Akhir Tragis Syakir Sulaiman: Dari Bintang Timnas U-23 hingga Terjerat Kasus Narkoba, Bakal Dihukum Berapa Tahun?
Sementara itu, Timnas Indonesia kini memiliki tantangan besar dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat ini, skuad Garuda berada di posisi kelima grup C dengan hanya 3 poin setelah ditahan imbang oleh Bahrain dan kalah dari China pada pertandingan sebelumnya.
Lawannya, Timnas Jepang, merupakan tim unggulan yang belum terkalahkan dalam putaran ketiga kualifikasi, terlebih sebagian besar pemainnya berlaga di liga-liga elite Eropa.
Baca Juga: Perjalanan Karir Syakir Sulaiman Selama Jadi Pesepak Bola Sebelum Diringkus Polisi Akibat Peredaran Narkoba, Pernah Diberi Penghargaan?
Meski berat, pertandingan ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatan dan tekadnya di kandang sendiri.
Dukungan suporter di Gelora Bung Karno akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain Indonesia.
Pada pertandingan yang bertepatan dengan tanggal terjadinya momen bersejarah di Indonesia ini Skuad Garuda diharapkan mampu mempersembahkan hasil terbaik melawan Jepang, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk mengenang semangat dan perjuangan bangsa di masa lalu.
Baca Juga: Momen Bersejarah Setelah 14 Tahun Menanti, Timnas Futsal Indonesia Juara AFF 2024
Pertandingan ini bukan sekadar laga kualifikasi, melainkan juga perayaan 'reuni' dari sejarah panjang antara Indonesia, Jepang, dan Belanda.
Di lapangan, pemain-pemain tim Garuda akan berjuang agar bisa lolos ke babak selanjutnya, membawa nama bangsa ke pertandingan Internasional dalam ajang Piala Dunia 2026 dengan harapan dan doa seluruh rakyat Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!