SketsaNusantara.id - Keberhasilan Timnas Indonesia melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tak lepas dari keberadaan banyaknya pemain naturalisasi.
Terlihat dari laga Indonesia kontra Australia pada Selasa, 10 September lalu, dari 11 starter, 9 di antaranya merupakan pemain naturalisasi.
Tercatat hanya Rizky Ridho dan Marselino Ferdinand, pemain non naturalisasi.
Sontak isu naturalisasi ini menjadi perbincangan hangat publik belakangan.
Bermula dari komentar pedas mantan Duta Besar (Dubes) untuk Polandia, Peter Gontha mengkritik Timnas Indonesia yang diisi banyak pemain naturalisasi.
Peter mengungkap ketidaksetujuannya pada skuad Merah Putih yang diisi banyak pemain naturalisasi.
"Apakah Anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? Saya malu. Apakah menurut anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda, SD sampai dengan dewasa? Saya rasa demikian," tulis Peter dikutip SketsaNusantara.id dari laman Instagram pribadinya @petergontha.
Senada dengan Peter, pengamat politik Rocky Gerung juga mengungkapkan hal serupa.
Menurutnya, euforia yang kini tengah dirasakan pecinta Timnas Indonesia, membuat lupa bahwa sedianya yang bermain di lapangan bukanlah tim yang diidealkan.
"Karena, apa yang sekarang disebut sebagai naturalisasi, itu semacam penipuan terhadap sensasi itu, kalau misalnya ada naturalisasi, tentu ya ada sesuatu yang tidak fit and proper dengan prinsip-prinsip patriotisme itu,” ungkap Rocky dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @pureblood_4ever.
Menurutnya, pemain yang berada di tim nasional haruslah datang dari bibit-bibit murni Indonesia.