Rizki juga aktif mengikuti Pesta Olahraga Asia Tenggara, Kejuaraan Asia Junior serta Kejuaraan Dunia pada tahun 2019 hingga 2022 dan perjuangannya berbuah manis dengan berhasil mengumpulkan 7 medali emas dan 4 medali perak.
Rizki kemudian menjadi juara pada Piala Dunia IWF di Thailand tahun 2024 dengan memecahkan rekor dunia kelas 73 kg angkat besi putra dan berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh lifter Shi Zhiyong dari Tiongkok.
Nama Rizki Juniansyah kini menjadi kebanggaan bangsa setelah berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas pada cabang olahraga angkat besi kelas 73 kg putra di ajang Olimpiade Paris 2024.
Rizki berhasil mengangkat beban total seberat 354 kg, dengan rincian 155 kg pada angkatan snatch dan 199 kg pada angkatan clean and jerk.
Angka ini tidak hanya mengantarkannya meraih medali emas, tetapi juga memecahkan rekor pada Olympic Weightlifting pada angkatan clean and jerk.
Selain itu, perolehan medali ini juga menjadi momen istimewa bagi Rizki karena ini adalah debutan pertama kalinya mengikuti Olimpiade dan menjadi atlet termuda yang mampu meraih medali emas.
Pertama kalinya, Rizki mengikuti Olimpiade 2024 dan berhasil meraih medali emas mewakili Indonesia pada usia 21 tahun.
Ia menjadi atlet termuda sepanjang sejarah dunia olahraga Indonesia mengalahkan Taufik Hidayat yang meraih medali emas pada Olimpiade 2004 di usia 23 tahun
Kemenangan Rizki ini pun mencetak sejarah baru bagi cabang olahraga angkat besi Indonesia yang sekaligus mejadi perolehan medali emas pertama selama 72 tahun terakhir sejak Indonesia mengikuti Olimpiade.
Perolehan medali emas yang diraih Rizki membawa peringkat Indonesia melesat naik menjadi posisi ke-28 dunia, dan menduduki posisi kedua perolehan medali terbanyak dari negara ASEAN setelah Filipina.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!