sports

Terkesan Cuci Tangan? BWF Angkat Suara Soal Penanganan Tim Medis yang Dianggap Lamban hingga Nyawa Zhang Zhi Jie Tak Tertolong

Rabu, 3 Juli 2024 | 08:17 WIB
Zhang Zhi Jie, atlet bulutangkis asal China yang meninggal dunia. (X/dailychilin. )

SketsaNusantara.id - Badminton World Federation atau BWF menjadi pihak yang paling ditunggu-tunggu pernyataannya terkait meninggalnya Zhang Zhi Jie. 

Zhang Zhi Jie merupakan adalah atlet asal China yang meninggal saat mengikuti turnamen Badminton Asia Junior Championship yang digelar di Yogyakarta. 

Atlet yang masih berusa 17 tahun itu harus meregang nyawa setelah sebelumnya mengalami kolaps di lapangan saat menghadapi lawannya, pemain asal Jepang Kazuma Kawamo. 

Baca Juga: Menegangkan! Detik-Detik Driver Ojol di Jakarta Barat Dibuntuti Preman hingga Nyaris Jadi Kurir Narkoba, Begini Kronologinya

Zhang pun langsung dibawa ke rumah sakit setempat oleh tim medis, namun sayang, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Minggu, 30 Juni 2024, pukul 23.20. 

Insiden ini tentu menjadi pukulan telak untuk berbagai pihak, tak terkecuali BWF yang menjadi sorotan lantaran dinilai memiliki aturan yang kaku soal penanganan tim medis. 

BWF pun akhirnya merilis pernyataan resminya, pada Selasa, 2 Juli 2024 yang diunggah melalui Instagram resmi meraka. 

Baca Juga: Protes Pencalonan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel, Pandji Pragiwaksono Salahkan Gerindra: Partai Macam Apa Lu?

“Kematian Zhang di Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 30 Juni adalah kejadian yang tragis, “ tulis pernyataan BWF, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.

Selain itu, pihaknya mengambil semua langkah yang diperlukan untuk meninjau insiden meninggalnya Zhang secara menyeluruh dengan berkonsultasi dengan Bulutangkis Asia dan PBSI. 

BWF menyatakan, pihaknya memiliki seperangkat pedoman dan instruksi medis yang bisa digunakan oleh badan pengatur lain baik itu regional atau nasional yang menjadi tuan rumah turnamen yang disetujui BWF, salah satunya Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia yang sedianya berada di bawah yurisdiksi Badminton Asia. 

Baca Juga: 3 Alasan Pandji Pragiwaksono Protes Pencalonan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel: Emang Nggak Ada Orang Lain?

“Namun, cara penerapan protokol dan praktik medis ini di lokasi acara bergantung pada masing-masing badan pengelola,” sambung pernyataan BWF. 

Selain itu, pihaknya menerangkan untuk menilai apakah prosedur medis yang benar telah diikuti dalam memberikan bantuan kepada Zhang saat ia terjatuh di lapangan, BWF masih menunggu laporan resmi dari Badminton Asia dan Komite Penyelenggara Lokal.  

Halaman:

Tags

Terkini