SketsaNusantara.id - Hingga saat ini, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih jadi sorotan publik usai kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental asal Jakarta di Kecamatan Sukolilo viral beberapa pekan lalu.
Pati makin jadi sorotan, apalagi banyak terungkap kasus pencurian mobil dan pengeroyokan yang berulang kali terjadi sebelumnya.
Terlebih, kasus-kasus pencurian dan pengeroyokan di wilayah tersebut merenggut nyawa orang lain dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak, namun tak kunjung mendapat tindak lanjut dari aparat setempat.
Warganet pun kesal dan mengganti nama desa dan kecamatan dengan nama "Sarang Maling", "Desa Maling dan Penadah" hingga "Kampung Pelindung Maling" di sekitar wilayah Kabupaten Pati.
Alhasil, reputasi Pati pun dianggap buruk bagi khalayak luas. Bahkan, semua aspek kehidupan di Pati terkena dampak dan ikut mengalami kerugian akibat viralnya kasus pengeroyokan Sukolilo.
Salah satu yang ikut terkena dampaknya adalah Persipa Pati yang dikabarkan kesulitan mencari sponsor untuk mendanai klub.
Persipa (Persatuan Sepak Bola Indonesia Pati) merupakan klub sepak bola yang berbasis di Pati, Jawa Tengah yang kini tengah mencari sponsor untuk mendanai Liga 2 2024 pada kompetisi musim mendatang.
Dian Dwi Budianto selaku General Manager (GM) Persipa Pati menyebut pihaknya kesulitan mendapatkan sponsor untuk mengarungi kompetisi Liga 2 yang rencananya akan digelar bulan Agustus 2024.
Dwi menyebut kesulitan ini akibat dampak kasus pengeroyokan di Sukolilo yang viral di media sosial hingga banyak pihak ikut terdampak.
"Saat ini Persipa Pati kesulitan mendapatkan sponsor. Bukan hanya kami saja tapi semua aspek ikut terdampak baik dari segi ekonomi, sosial budaya, bahkan olahraga ikut terdampak,” ungkap Dwi Budianto dikutip SketsaNusantara.id dari postingan di grup Facebook Galeri Sepak Bola Indonesia Online - GSIO.
Pihaknya kini ikut berjuang agar nama Pati tidak lagi tercoreng dengan menggencarkan seruan Pati Cinta Damai melalui media sosial.