Akibatnya, Shin Tae-yong harus bersiap menghadapi sanksi berat meliputi penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun, larangan mengikuti kompetisi, bahkan sampai pengusiran permanen.
Akan tetapi tindakan disiplin tersebut disebut hanya berlaku di lingkungan sepak bola Korea Selatan. Setelah lepas dari Ulsan HD, Shin Tae Yong kini menjadi pelatih Persija setelah secara resmi diumumkan pada 8 Juni 2026.
Kini setelah beritanya beredar luas, Shin Tae Yong kembali menjadi perbincangan, tak hanya di Korea tetapi juga di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Shin Tae Yong pun akhirnya buka suara. STY mengaku keberatan terhadap sanksi dari KFA belum diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan dan membeberkan fakta dari sudut pandangnya.
Meski demikian, Shin Tae-yong memilih untuk tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai kronologi kejadian. Ia memilih diam demi melindungi para pemain agar tidak menjadi sasaran tekanan publik.
"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil karena saya ingin mengungkap kebenaran," ucap STY dilansir dari situs media Korea, Channel A.
"Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara dan saya tidak ingin suasana sepak bola domestik (di Kora) menjadi tidak baik," ujarnya.
Sikap tersebut justru memunculkan beragam spekulasi di kalangan penggemar sepak bola. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan Shin yang enggan membantah maupun menjelaskan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Di sisi lain, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan dirinya menghormati keputusan yang telah dijatuhkan kepadanya. Namun, ia tetap memilih tidak membuka persoalan tersebut ke ruang publik.
Keputusan itu disebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus untuk menjaga masa depan pemain yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kabar mengenai sanksi terhadap Shin Tae-yong pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan namanya sempat jadi trending yang banyak muncul di laman pencarian akhir-akhir ini.
Publik berharap persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik dan dijelaskan lebih terbuka agar tidak memunculkan berbagai spekulasi yang menjadi bola liar dan mempengaruhi sepak bola tanah air.***