SketsaNusantara.id – Dedi Mulyadi akhirnya buka suara menanggapi sindiran dari Bobotoh suporter Persib Bandung yang membentangkan spanduk bertuliskan "Shut Up KDM" saat laga Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Spanduk putih tersebut membentang dari tribun sebelah utara yang menjadi perbincangan hangat di media sosial, sebagai aksi protes Bobotoh terhadap sikap Gubernur Jawa Barat yang dinilai membawa nama Persib ke ranah politik.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada hari Minggu, 26 April 2026, Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyampaikan respons dengan nada santai.
Alih-alih tersinggung dengan sindiran Bobotoh, Dedi Mulyadi justru menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kritik yang disampaikan para suporter.
"Saya mengucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkan Bobotoh yang intinya melarang saya untuk tidak bicara mengenai Persib. Saya yakin itu didasarkan pada keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik," ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Senin, 27 April 2026.
Dalam unggahannya, Dedi menyatakan bahwa dirinya memahami pesan yang ingin disampaikan Bobotoh. Menurutnya, kritik tersebut menjadi pengingat agar semua pihak menjaga batas antara sepak bola dan kepentingan lain yang tak ada kaitannya dengan dunia olahraga.
Lebih lanjut, KDM menjelaskan polemik yang memicu reaksi suporter, yang diduga terkait pernyataannya mengenai bonus untuk Persib dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Bobotoh tampaknya tidak senang dengan unggahan KDM di media sosial yang ikut membawa nama Persib yang dianggap menyampuradukkan dengan urusan klub untuk tujuan politik.
Para suporter menyoroti KDM yang sebelumnya mempublikasikan bantuan dana senilai Rp1 miliar dari Maruar Sirait untuk skuad Maung Bandung.
Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan tersebut murni sebagai bentuk dukungan untuk Persib, dan bukan bagian dari kepentingan politik.
KDM mengungkapkan bahwa bantuan tersebut, diberikan sebagai bonus yang muncul secara spontan dalam pertemuannya bersama manajemen Persib.
"Dalam pertemuan dengan tim Manajemen, kami menanyakan harapan ke depan jika Persib bisa juara tiga kali berturut-turut. Tantangannya berat, sehingga dibutuhkan dukungan besar," katanya.