SketsaNusantara.id - Nama Dean James, wingback tangguh Timnas Indonesia, kembali menjadi sorotan besar usai tampil luar biasa dalam laga Go Ahead Eagles kontra Feyenoord di lanjutan Eredivisie pekan ke-12.
Bermain penuh selama 90 menit, Dean tidak hanya tampil solid di lini pertahanan, tetapi juga mencetak gol solo run sensasional yang menjadi penentu kemenangan timnya dengan skor 2-1 atas raksasa Belanda tersebut.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @perspectivefootball.id menyoroti performa luar biasa pemain berusia 25 tahun ini.
“Dean James mencetak gol perdananya musim ini di Eredivisie bersama Go Ahead Eagles melalui solo run dari daerah sendiri dalam kemenangan 2-1 atas Feyenoord!” tulis akun tersebut.
“Ini menjadi kemenangan perdana Eagles atas Feyenoord setelah terakhir kali terjadi pada tahun 2016! Hasil ini membuat Dean James membawa Eagles ke posisi 9 klasemen!”tambahnya.
Kemenangan ini terasa begitu spesial bagi Go Ahead Eagles. Dalam laga yang berlangsung intens, Dean James menjadi motor serangan dari sisi kiri. Aksi individunya di menit ke-86 sukses menembus pertahanan Feyenoord.
Baca Juga: Momen Haru Dukungan Penuh Pemain FC Twente untuk Mees Hilgers yang Cedera Parah: Voor Jou, Mees
Ia menggiring bola dari setengah lapangan, melewati dua pemain lawan, dan dengan tenang menaklukkan kiper lewat sepakan kaki kanan yang akurat.
Dihimpun juga dari unggahan Instagram @footballovee12, menampilkan statisktik betapa dominannya Dean James sepanjang laga. Selama 90 menit penuh di lapangan, pemain berdarah Indonesia itu tampil dengan intensitas tinggi dan disiplin luar biasa di setiap lini permainan.
Akurasi umpannya yang mencapai 70% menunjukkan peran vitalnya dalam membangun serangan dari sisi sayap, sementara 49 sentuhan bola menandakan keaktifannya dalam membantu transisi tim baik saat menyerang maupun bertahan.
Gol tunggalnya menjadi sorotan utama, sebuah aksi individu yang memperlihatkan kecepatan, visi, serta kepercayaan diri tinggi.
Selain mencetak gol, Dean juga tampil kokoh di sektor pertahanan dengan catatan 4 sapuan (clearances), 4 intersep, dan 4 kali recovery yang membantu timnya menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.