sports

Timnas Indonesia Kalah Tipis 2-3 dari Arab Saudi, Netizen Ramai Soroti Taktik Patrick Kluivert dan Performa Pemain

Kamis, 9 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Aksi Kevin Diks dalam duel udara saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. (Instagram/timnasindonesia)

“Waktu Penuh. IDN 2 – 3 KSA. Round 4 AFC Asian Qualifiers Road to 26,” tulis akun resmi @timnasindonesia di Instagram menampilkan skor akhir yang dilansir SketsaNusantara.id.

Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar dari ribuan warganet yang menyoroti strategi dan pilihan pemain pelatih Patrick Kluivert.

Beberapa komentar menyoroti keputusan pelatih yang dianggap tidak tepat.

“Udah ketinggalan 3-1 baru dimasukin Ole sama Haye, dasar pelatih tarkam,” tulis @suryaminmuhamad.

“Cukup kaget lihat Klok sama Beckham main, ditambah Yakob yang performanya malam ini nggak banget. Patrick baru menggantinya di menit 84,” kata @forr_ashitaka, menilai ada kesalahan dalam komposisi pemain tengah.

Komentar-komentar ini menggambarkan kekecewaan publik terhadap manajemen taktik yang dinilai terlambat dalam melakukan pergantian pemain.

Tak sedikit pula yang menilai bahwa pola permainan Indonesia terlalu berhati-hati.

“Bergadang yang sia-sia. Nggak expect kek gitu mainnya,” tulis akun @rizki.sutan_lubis.

Salah satu analisis mendalam datang dari pengguna @adityastwn, yang membedah penyebab kekalahan Indonesia dalam enam poin utama.

“Yakob terlalu menengah, kalah 1 on 1. Body balance kurang. Selalu telat ambil bola sehingga Diks selalu kewalahan,” tulisnya menyoroti performa Yakob Sayuri yang dianggap kurang kuat dalam duel satu lawan satu.

“Memasang Ragnar menjadi striker padahal kalau di free role dia tuh bahaya banget. Kenapa diganti sama Beckham?”tambahnya juga menyoroti keputusan menempatkan Ragnar Oratmangoen sebagai striker free role.

Lebih lanjut, Aditya menilai Beckham Putra kurang bisa melindungi bola, dan pergantian pemain oleh Patrick Kluivert dianggap tidak efektif.

“Mengganti Ole dengan Ragnar dan mengganti Jonathan dengan Eliano dua pergantian yang sangat tidak maksimal. Seharusnya cukup tarik Beckham saja,” katanya.

Poin terakhir dari analisis tersebut juga menyoroti minimnya komunikasi antar pemain.

“Kombinasi pemain tengah sebenarnya bagus tapi kurang komunikasi, jadi selalu bolong,” tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini