sports

Alexander Zwiers Resmi Jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia, Misi Hidup demi Garuda

Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Alexander Zwiers resmi diperkenalkan sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia dalam konferensi pers PSSI. (Facebook/TIMNAS INDONESIA SENIOR)

 

SketsaNusantara.id - PSSI kembali membuat langkah besar dalam upaya memperkuat fondasi sepak bola nasional. Melalui pengumuman resmi, federasi menunjuk Alexander Thijs Jetse Zwiers sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia.

Sosok asal Belanda ini bukanlah nama sembarangan. Ia pernah bekerja sama dengan Johan Cruyff dan memiliki pengalaman panjang di berbagai level internasional.

"PSSI resmi menunjuk Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik Timnas Indonesia! Kini, giliran Indonesia yang akan ia tangani! Selamat datang di Garuda, Alexander Zwiers,” tulis keterangan dari unggahan akun Facebook TIMNAS INDONESIA SENIOR yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Royalti Lagu Indonesia Raya dan Tanah Airku Jadi Polemik, PSSI Protes, Istana Akui Perlu Aturan Baru agar Tidak Timbulkan Masalah

Karier Zwiers terbentang panjang. Ia pernah menjadi pelatih akademi di klub Belanda seperti Cambuur dan Groningen, lalu menukangi Timnas U15 Qatar pada periode 2002 hingga 2006.

Setelah itu, ia berkontribusi dalam pengembangan akademi di klub besar Qatar, Al Garafa dan Al Ahli. Jejaknya juga sempat singgah di Meksiko, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, hingga akhirnya membawanya ke Yordania.

Sejak 2019, ia dipercaya menjabat Direktur Teknis di JFA atau Federasi Sepakbola Yordania.

Baca Juga: PSSI Diwajibkan Bayar Royalti Lagu Nasional, Cucu Pencipta Lagu Tanah Airku Justru Beri Lampu Hijau

Rekam jejaknya pun tidak bisa diremehkan. Zwiers menjadi bagian penting dalam perjalanan Yordania menuju final Piala Asia 2023.

Ia juga berada di balik layar keberhasilan Yordania mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026. Kini, pengalaman dan reputasi itulah yang diharapkan bisa menular ke Timnas Indonesia.

Dalam pernyataannya, Zwiers menegaskan bahwa menerima tawaran PSSI bukan semata urusan pekerjaan, melainkan panggilan hati.

“Indonesia is my life mission,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa kesempatan ini adalah mimpi seumur hidup, apalagi bisa bekerja bersama sosok besar seperti Patrick Kluivert dan tim teknis lainnya untuk mengubah wajah sepak bola nasional.

Halaman:

Tags

Terkini