Minggu, 19 Juli 2026

Dua Nama Naturalisasi Menguat Jelang Agenda Internasional, Jordi Wehrmann dan Ilias Alhaft Jadi Sorotan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 12:43 WIB
Jordi Wehrmann (Madura United) dan Ilias Alhaft (Almere City).  (X/TMidn_news)
Jordi Wehrmann (Madura United) dan Ilias Alhaft (Almere City). (X/TMidn_news)
 

SketsaNusantara.id - Rumor penambahan amunisi melalui jalur naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia kembali menghangat menjelang agenda internasional tahun 2026.

Dua nama yang kini ramai diperbincangkan publik sepak bola nasional adalah Jordi Wehrmann dan Ilias Alhaft.

Keduanya disebut berpotensi masuk radar Timnas Indonesia jelang FIFA Series pada Maret serta Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
 
Baca Juga: Dari Pembenahan Sistem hingga Juara Umum ASEAN Para Games: Kisah Sunyi di Balik Lompatan Prestasi Tim Para Panahan Indonesia

Isu tersebut mencuat melalui unggahan akun Transfermarkt Indonesia di media sosial X.

“Dua nama yang mulai ramai diperbincangkan adalah Jordi Wehrmann dan Ilias Alhaft. Keduanya berpotensi masuk radar untuk memperkuat Timnas Indonesia jelang FIFA Series pada Maret dan Piala AFF pada Juli 2026 mendatang,” dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @TMidn_news.

Jordi Wehrmann saat ini tercatat sebagai pemain Madura United. Gelandang berusia 26 tahun tersebut memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa sebelum akhirnya merumput di Liga Indonesia Super League (ISL).
 
Baca Juga: Duel Merah Putih di Serie A: Jay Idzes dan Emil Audero Saling Berhadapan, Sassuolo Menang Tipis atas Cremonese

Dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai Rp5,65 miliar, Wehrmann dikenal sebagai gelandang dengan karakter permainan box-to-box, memiliki visi bermain yang baik, serta kemampuan distribusi bola yang solid.

Kehadiran Wehrmann di Madura United langsung mencuri perhatian karena gaya bermainnya yang dinilai berbeda dari mayoritas pemain lokal.

Mobilitas tinggi, ketenangan dalam penguasaan bola, serta kecakapan membaca permainan menjadi nilai tambah yang membuat namanya masuk dalam pembicaraan publik ketika isu naturalisasi kembali mencuat.
 
Baca Juga: Dari Buruh Cuci ke Emas ASEAN: Begini Kisah Eliana, Atlet NPC Indonesia yang Menang Melawan Takdir

Sementara itu, Ilias Alhaft merupakan pemain Almere City yang berkompetisi di Belanda. Pemain berusia 28 tahun tersebut berposisi sebagai winger dan memiliki nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp6,08 miliar.

Kecepatan, agresivitas, serta kemampuan eksplosif dalam menyerang menjadikan Alhaft sebagai sosok yang dianggap mampu menambah variasi serangan Timnas Indonesia.

Bersama Almere City, Alhaft dikenal sebagai pemain yang fleksibel, mampu bermain di kedua sisi sayap, serta piawai dalam situasi satu lawan satu.

Karakter tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Timnas Indonesia yang selama ini mengandalkan transisi cepat dan permainan sayap dalam skema menyerang.

Munculnya nama Wehrmann dan Alhaft mempertegas arah kebijakan PSSI yang dalam beberapa tahun terakhir aktif menelusuri pemain diaspora sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas tim nasional.

Langkah ini sebelumnya telah diterapkan pada sejumlah pemain yang kini menjadi bagian penting skuad Garuda.

Agenda FIFA Series pada Maret 2026 menjadi momentum strategis bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kekuatan menghadapi lawan internasional.

Turnamen tersebut kerap dimanfaatkan sebagai ajang uji coba sekaligus pematangan komposisi pemain. Apabila proses naturalisasi Jordi Wehrmann dan Ilias Alhaft benar-benar terealisasi, keduanya diyakini dapat memberikan kedalaman skuad yang signifikan.

Selain FIFA Series, Piala AFF 2026 juga menjadi target utama. Turnamen regional tersebut memiliki nilai prestisius tinggi bagi Timnas Indonesia yang hingga kini masih memburu gelar juara.

Kehadiran pemain dengan pengalaman kompetisi Eropa dinilai dapat meningkatkan mental bertanding serta kualitas teknis tim secara keseluruhan.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari PSSI terkait langkah konkret naturalisasi kedua pemain tersebut.

Unggahan Transfermarkt Indonesia masih bersifat potensi dan spekulasi, sebagaimana tercermin dari penggunaan kata “berpotensi” serta pertanyaan terbuka yang disampaikan kepada publik.

Respons warganet pun beragam. Sebagian menyambut positif kemungkinan bergabungnya pemain Madura United dan Almere City tersebut ke Timnas Indonesia, sementara sebagian lain menekankan pentingnya keseimbangan antara naturalisasi dan pembinaan pemain lokal.

Diskursus ini menunjukkan tingginya atensi publik terhadap arah pembangunan sepak bola nasional.

Dalam konteks sepak bola modern, naturalisasi kerap menjadi solusi jangka pendek untuk meningkatkan daya saing tim nasional.

Namun demikian, proses adaptasi pemain terhadap kultur, bahasa, dan gaya bermain tim menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.

Oleh karena itu, apabila rencana ini terwujud, integrasi yang matang akan menjadi kunci keberhasilan.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X