SketsaNusantara.id - Laga lanjutan Thai League yang mempertemukan Buriram United melawan Port FC menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara.
Bukan hanya karena hasil akhir pertandingan, tetapi juga insiden kartu kuning kedua yang diterima Asnawi Mangkualam serta kericuhan yang terjadi di penghujung laga.
Momen tersebut ramai diperbincangkan, sebagaimana yang dilansir oleh SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bloopersfootball dan memicu beragam respons dari warganet.
“ASNAWI DAPAT KARTU KUNING KEDUA, LAGA BURIRAM VS PORT BERAKHIR RICUH!” tulis caption akun tersebut.
Caption tersebut langsung menegaskan fokus utama insiden, yakni kartu kuning kedua Asnawi yang terjadi jelang akhir pertandingan.
“Pada lanjutan Thai League TH, Port FC harus takluk atas sang tuan rumah Buriram United dengan skor tipis 0-1,” lanjut, akun tersebut menjelaskan konteks pertandingan.
Gol tunggal Buriram United memastikan kemenangan mereka atas Port FC dalam laga yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Asnawi Mangkualam, wingback berkewarganegaraan Indonesia yang membela Port FC, kembali dipercaya tampil sebagai starter.
“Wingback berkewarganegaraan Indonesia, Asnawi Mangkualam menjadi starter pada laga ini & mendapat kartu kuning kedua menjelang akhir laga yang memicu kericuhan kedua belah pihak tim,” sebutnya.
Kalimat ini menegaskan bahwa insiden bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan berujung pada ketegangan antarpemain di lapangan.
Situasi pertandingan sendiri sudah memanas sebelumnya. Port FC harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-73 setelah salah satu pemainnya, Chanukan Karin, diganjar kartu merah langsung.
Artikel Terkait
Persib Antar Indonesia Naik Peringkat Asia: Lolos 16 Besar ACL 2 dan Beri Dampak Besar untuk Slot Kompetisi 2027/28
Asnawi Mangkualam Angkat Suara Soal Isu Kapten Timnas: Klarifikasi Panjang Hentikan Bola Liar Setelah Pernyataan Exco PSSI
Egy Maulana Vikri Sambut Kelahiran Putri Pertama, Adiba Khanza Melahirkan di Tanggal Cantik
Kemenangan yang Terlambat! Indonesia U22 Menang 3-1 atas Myanmar, tapi Gagal ke Semifinal SEA Games 2025
Kevin Diks Ungkap Alasan Tak Gunakan Bahasa Belanda di Timnas: Kami Harus Bersama-Sama
Persid Jember Berikan Santunan Anak Yatim, Manajer Macan Raung: Doa Mereka Memberikan Ketenangan Bagi Tim