Kamis, 4 Juni 2026

Arab Saudi dan Irak Jadi Lawan Berat, PSSI Lobi FIFA soal Wasit, Kluivert Susun Puzzle Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 September 2025 | 18:30 WIB
Potret Patrick Kluivert yang ikut jadi sorotan usai timnas Indonesia berhasil taklukan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Instagram/timnasindonesia)
Potret Patrick Kluivert yang ikut jadi sorotan usai timnas Indonesia berhasil taklukan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Instagram/timnasindonesia)

SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Garuda tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak, dua tim dengan peringkat FIFA jauh lebih tinggi.

Dua laga awal dijadwalkan berlangsung di Jeddah, menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 dan Irak pada 11 Oktober 2025.

Hanya juara grup yang otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Situasi ini membuat peluang Indonesia cukup berat. Namun sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada kekuatan lawan, melainkan juga berbagai faktor di luar lapangan yang dinilai dapat memengaruhi performa Timnas.

Baca Juga: Cedera dan Operasi di Belanda, Ole Romeny Diragukan Tampil di Piala Dunia Round 4, Sampaikan Pesan untuk Kluivert

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai, tekanan eksternal yang dihadapi Garuda di Round 4 cukup besar. Perubahan status tuan rumah dari netral menjadi Arab Saudi, jadwal yang kurang bersahabat, hingga penunjukan wasit dari Kuwait menjadi perhatian serius federasi. Erick mengaku sudah melakukan lobi ke FIFA dan AFC terkait hal ini.

“Sekjen (Yunus Nusi) sudah mengirim surat resmi ke FIFA. dan saya juga ke AFC mengenai penunjukkan wasit yang ternyata dari regional yang sama, dari Kuwait,” ujar Erick dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 16 September 2025.

Baca Juga: Keputusan Mengejutkan! Patrick Kluivert Coret Beberapa Nama Besar, 27 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil Hadapi Kuwait dan Lebanon

Ia menambahkan bahwa PSSI juga menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pengaturan hotel secara independen, pengiriman tim advance, hingga mengantisipasi keterlambatan pemain yang berbasis di Eropa. Meski demikian, Erick mengakui ada hal-hal yang berada di luar kendali federasi. “Ini realita yang harus kita hadapi,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memilih fokus pada hal internal.

Dalam siniar The Haye Way pada 20 September 2025, ia menekankan pentingnya membangun kekuatan tim daripada sibuk dengan tekanan eksternal. Menurutnya, fondasi utama adalah menjaga mental, komposisi pemain, dan konsistensi strategi.

“Bagi saya sendiri, tentang keseimbangan tim menjadi hal yang sangat penting untuk memilih (komposisi pemain) yang tepat menuju pertandingan di Oktober 2025,” ucap Kluivert.

Kluivert menilai setiap elemen harus berpadu layaknya puzzle yang saling melengkapi. Mulai dari keseimbangan lini, rasa percaya diri, hingga kontrol permainan.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus berani mengendalikan jalannya laga meski menghadapi lawan dengan kualitas di atas kertas lebih unggul.

Selain faktor teknis, dukungan diaspora juga menjadi bagian penting dari puzzle tersebut. Ribuan WNI di kawasan Timur Tengah diperkirakan hadir langsung di stadion, seperti saat Indonesia menahan imbang Arab Saudi 1-1 pada Ronde 3 tahun 2024 lalu. Suporter diaspora dari Eropa dan Australia juga disebut siap datang mendukung Jay Idzes dan kawan-kawan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X