Ia meminta publik untuk mengambil sisi positif dari pengakuan Wawa yang menggunakan uang donasi Agus.
Pasalnya, menurut Farhat, uang donasi Agus merupakan hak pribadinya.
Sehingga bisa digunakan untuk keperluan apapun, selain pengobatan mata.
“Kita ambil positifnya aja, ini kan menyangkut dunia medsos gitu. Pada kenyataannya kan dari awal gitu, Agus merasa sumbangan itu pribadi,” kata Farhat Abbas.
Seharusnya, sambung Farhat, sedari awal donasi dibuat, cukup rekening yayasan yang dicantumkan.
“Seharusnya kalau itu buat yayasan, buat kontrak atau perjanjian, rekening yayasan saja yang ditayangkan,” sambung Farhat.
Tak hanya itu, Farhat juga membela Wawa yang meskipun menggunakan uang donasi untuk bayar utang, namun tak lama diganti.
Ia juga menyebut keluarga Agus itu tidak salah, lantaran tidak ada uang donasi yang masuk ke rekeningnya.
“Wawa ini nggak salah,” kata Farhat.
Baca Juga: 3 Bos Skincare Kontroversial, Hidup Glamor, Hingga Terkena Jerat Hukum Produk Ilegal, Siapa Saja?
Di lain sisi, uang donasi senilai Rp1,3 miliar yang mulanya diperuntukkan pengobatan mata Agus, kini telah dialihkan pada korban bencana alam di Lewotobi NTT oleh Denny Sumargo.
Sementara Agus yang merasa uang donasi itu adalah miliknya merasa tak terima dan bahkan melaporkan warga NTT.
Sementara itu, publik pun merespons pengakuan Wawa tersebut yang dinilai menjadi penyebab uang donasi dialihkan pada korban bencana NTT.