Selain itu, penting memastikan jamu yang diberikan merupakan ramah anak dan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar aman untuk dikonsumsi.
Dokter spesialis anak, dr. Citra Amelinda, SpA, M.Kes, menambahkan bahwa sebelum memasuki usia enam bulan, bayi hanya boleh mengonsumsi ASI atau susu formula.
Setelah masa MPASI atau melebihi usia 6 bulan hingga 1 tahun, anak sebenarnya diperbolehkan mencoba jamu dalam jumlah kecil, asalkan bahan dan dosisnya aman.
Baca Juga: Tasya Kamila Jalani Ibadah Umroh Bareng Suami dan 2 Anaknya, Nikmati Penghujung Tahun Penuh Hikmah
Dalam kasus Shanin, Tasya Kamila sendiri mengakui bahwa jamu yang diberikan untuk putrinya merupakan produk ramah anak dan hanya diberikan sesekali.
Tasya memastikan bahwa jamu yang dikonsumsi aman dan sesuai takaran dengan memperhatikan keamanan produk sesuai anjuran dokter.
Pada umumnya, jamu yang dianggap aman dikonsumsi untuk balita adalah minuman herbal yang mengandung jahe, beras kencur, kunyit asam, dan temulawak.
Jenis jamu ini dikenal memiliki manfaat seperti meningkatkan nafsu makan, mengatasi masuk angin, hingga membantu memperkuat daya tahan tubuh pada anak.
Bagi orang dewasa, meminum jamu terlalu sering juga terdampat efek samping dan berdampak buruk pada kesehatan. Jika jamu dikonsumsi melebihi dosis yang seharusnya, akan menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
Selain itu, terlalu sering minum jamu juga menyebabkan gangguan fungsi liver bahkan bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang berakibat fatal bagi tubuh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!