SketsaNusantara.id - Belum lama ini, Tasya Kamila berbagi cerita unik mengenai putrinya, Shanin, yang ternyata suka meminum jamu sejak kecil.
Dalam unggahan akun Instagram @tasyakamila pada Agustus 2023, mantan penyanyi cilik itu menceritakan kebiasaan Shanin meminum jamu yang bermula saat usia satu tahun.
Rasa ingin tahu sang anak muncul saat melihat Tasya menikmati jamu kunyit asam. Tak disangka, meskipun rasanya cenderung asam, Shanin justru ketagihan minum jamu.
Kisah ini mengundang perhatian publik, terutama di media sosial. Banyak yang terkejut dan bertanya-tanya, apakah aman bagi balita mengonsumsi jamu.
Beberapa warganet juga khawatir terhadap dampaknya terhadap kesehatan mengingat kondisi pencernaan Balita yang terbilang masih rentan ketika menerima makanan atau minuman.
Lantas, benarkah Balita boleh minum jamu? Apa saja yang perlu diperhatikan seorang ibu saat memberikan jamu pada buah hati yang masih balita?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jamu merupakan minuman tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman herbal yang baik dikonsuksi untuk kesehatan tubuh.
Hingga kini, Kemenkes RI memperbolehkan penggunaan obat tradisional, termasuk jamu, asalkan telah melalui uji klinis. Namun, pemberian jamu pada balita memerlukan perhatian khusus.
Menurut Drs. Ketut Ristiasa, Apt. selaku Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Kemenkes, dosis jamu untuk anak di bawah lima tahun (balita) sebaiknya seperempat dari dosis orang dewasa.