SketsaNusantara.id - Kebakaran hebat yang melanda Los Angeles dan wilayah sekitarnya di California, Amerika Serikat (AS), telah menimbulkan dampak besar bagi ribuan orang, termasuk penyanyi asal Indonesia, Agnez Mo.
Bencana terbesar di Amerika Serikat pada awal tahun 2025 ini tidak hanya memaksa banyak orang untuk mengungsi, tetapi juga menyebabkan kenaikan harga sewa tempat tinggal secara tidak wajar di tengah krisis.
Agnez Mo, yang juga berada di kawasan terdampak, mengungkapkan rasa kecewanya melalui media sosial atas tindakan beberapa agen properti yang mencari keuntungan di tengah musibah.
Dalam unggahan story di akun Instagramnya, Agnez Mo menyatakan bahwa dirinya sedang mencari rumah untuk mengungsi sementara dari ancaman kebakaran yang tak terjadu jauh dari tempat tinggalnya di California.
Namun, ketika ia tengah ditimpa musibah dan mencari tempat aman Agnez malah menemukan kenaikan harga sewa yang tidak masuk akal.
Beberapa agen properti diketahui menaikkan harga sewa hingga sekitar US$4.900 atau sekitar Rp80 juta per bulan yang naik 12,5% dari harga sebelumnya.
"Kami menemukan harga sewa (rumah) yang begitu tinggi, padahal saat ini kami mencari rumah untuk mengungsi karena tempat tinggal terkena dampak kebakaran," begitulah yang tertulis di postingan insta story Agnez dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @agnezmo diunggah pada hari Selasa, 14 Januari 2025.
Mantan penyanyi cilik berusia 38 tahun yang kini tengah berkarir go internasional ini juga merasa geram karena tindakan tersebut dinilai tidak berempati terhadap para korban yang sedang membutuhkan tempat tinggal aman.
"Mengingatkan untuk semua agen properti dan pihak lainnya, menaikkan harga secara berlebihan selama krisis seperti ini adalah tindakan yang melanggar hukum California, dan ingat karma buruk menanti, dude," imbuuh Agnez Mo dengan nada tegas.
Sebelumnya, Agnez Mo mengabarkan bahwa dirinya harus mengungsi karena terjebak di tengah kondisi kebakaran yang berjarak hanya 15 menit dari tempatnya tinggal di California.