SketsaNusantara.id - Aktris Happy Salma, belum lama ini mengungkapkan pengalamannya mengalami culture shock setelah menikah dengan Tjok Bagus Dwi Santana Kerthyasa, atau yang akrab disapa Tjok Gus.
Suaminya ternyata keturunan bangsawan Bali berdarah blasteran Australia yang membuat Happy Salma terkejut karena adanya perbedaan budaya yang dijalaninya saat menjalani peosesi pernikahan.
Dalam acara Rumpi Gosip, bintang film "5 cm" itu menceritakan bagaimana dirinya baru mengetahui bahwa sang suami berasal dari keluarga bangsawan Bali, hingga membuatnya menyandang gelar "jero atau Jro" yang menunjukkan status sosialnya sebagai bagian dari keluarga kerajaan Bali.
Lantas, apa itu Culture Shock? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan berbagai sumber berikut pengertian culture shock, benarkah berdampak pada kesehatan mental seseorang?
Culture shock merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang yang terkejut, kebingungan atau disorientasi bahkan gelisah yang dialami seseorang saat berhadapan dengan budaya dari daerah lain sangat berbeda dari budaya tanah kelahirannya.
Perasaan ini sering kali terjadi ketika seseorang tinggal di tempat yang memiliki sistem nilai, tradisi, dan kebiasaan yang bertentangan dengan yang dia kenal sebelumnya.
Culture shock ternyata dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Ketika seseorang menghadapi perbedaan budaya yang signifikan, terkadang berbagai respon muncul seperti perasaan kebingungan, hingga stres.
Proses beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan asing bisa membuat seseorang merasa terisolasi atau bahkan frustasi.
Reaksi ini bisa disertai dengan gejala seperti kecemasan, depresi, atau gangguan tidur, yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.
Culture shock biasanya terjadi dalam beberapa tahap, mulai dari perasaan antusias hingga kesulitan beradaptasi, dan pada tahap yang lebih ekstrem, seseorang mungkin merasa kesepian atau tidak diterima di lingkungan barunya. Hal ini dapat memengaruhi harga diri dan perasaan kontrol terhadap situasi, yang memicu stres.
Namun, meskipun culture shock bisa memengaruhi kesehatan mental, proses adaptasi dan pemahaman terhadap budaya baru dapat membantu individu mengurangi dampak negatifnya.