"Kalau gua pribadi sangat mendukung kenaikan PPN 1 persen ini, bukan sok tajir, bukan sok kaya, tapi gua pengen pembangunan yang sudah pesat di zamannya Pak Jokowi itu terus berlangsung," katanya lagi.
Yolo Ine pun menilai kenaikan PPN 12 persen tak akan begitu berdampak besar, karena menurutnya, Indonesia bukanlah negara yang berkekurangan.
"Nih kita nggak usah munafik ya, Indonesia itu bukan negara susah kok, kita ambil contoh aja ya, barang-barang Apple, apa nggak laris manis kayak kacang goreng di Indonesia," ujarnya.
Sontak saja, di tengah kecaman kenaikan PPN 12 persen, pernyataan Yolo Ine yang dituding bak buzzer ini menuai respons negatif dari netizen.
“Syarat jadi buzzerp emang harus t*l*l,” tulis akun @gueinisiapa.mkmk.
Unggahan itu pun diamini netizen lainnya di kolom komentar.
“Oh pantes min dia ngomong ngalor ngidul, itu otaknya bengkak ke atas,” tulis akun @b__xxx.
“Kalo jadi buzzer dapat duit berapa emang, kite-kite nih ye kerja yang sampe ketek basah, bh basah, minta ampun dah kalo ampe taon depan semua serba naek, yang tinggal buka celana, buka bh mah enak dah, paling juga kena penyakit, pala kau cuman naek 1%, sekolah di mana lu,” tulis akun @nuii.2xxx.
“Ini mah si tukang cuci duit,” tulis akun @walfaxxx.
“Lu bisa bilang gitu, karena pajak aniani sudah ditanggung si om,” tulis akun @kangridwan2xxx.
“Si Yolo kan buzzer banyak duit oke” bae dia mau naek 100% jg, dipikir rakyat indonesia idh banyak duit semua kek dia hahahhahha dia mah sma golongannya termasuk 58% itu kan wkwkkwkwkkw,” tulis akun @_ratnanovitxxx.
***