Video tersebut telah ditonton lebih dari 25 ribu kali dan mendapat respon positif dari netizen.
Banyak warganet yang merasa terhibur dengan parodi "Lapor Pak" yang tidak ada unsur menghina atau merendahkan orang lain.
"Plot twist banget endingnya, coba kalo penjualnya satu server, bakalan berangkat umroh beneran gak tuh? wkwk," komentar akun @cantikaratu.
"Parodi komedi yang ada sisi positifnya, menghibur tapi gak menghina. Becanda tuh kayak gini, gak nyakitin hari orang, tapi buat orang tertawa, @laporpak_trans7 gercep banget langsung bikin parodinya GM," koemntar akun @ina_phiiseptii.
Tak sampai di situ, Kiky Saputri juga memberikan pesan menohok dalam parodi yang menyinggung soal "jual agama".
"Bapak dingin-dingin lagi hujan kok jualan es teh sih, gak jualan Bakso aja?" tanya Wendy.
"Nggak apa-apa, apa yang salah jualan es teh pas hujan gini. Lebih baik jadi penjual es teh daripada jualan agama ya kan," pungkas Kiky Saputri.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Gus Miftah dinilai telah merendahkan penjual es teh bernama Sunhaji dan tak segan-segan menyebutnya "g*bl*k" alias "bodoh" di depan umum, saat dakwah di Magelang, Jawa Tengah.
Video ulama sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama itu menjadi sorotan publik dan menuai kecaman keras dari banyak pihak, termasuk ulama hingga anggota DPR RI.
Mendapat peringatan dari Presiden Prabowo, Gus Miftah lantas meminta maaf pada Bapak Sunhaji setelah menerima teguran dari Setkab Mayor Teddy.
Meski sudah meminta maaf, sikap pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu dinilai tak pantas dianggap sebagai ulama. Bahkan netizen tak sudi lagi menyebutnya "Gus".
Selain itu, Presiden Prabowo juga didesak untuk mencopotnya dari jabatan Utusan Khusus Presiden karena telah menimbulkan keributan, memberikan contoh tidak baik pada masyarakat dan dianggap gagal menjada kerukunan umat beragama.