SketsaNusantara.id – Sosok Laura Siburian, seorang konten kreator dan TikToker terkenal, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Perselisihannya dengan mantan manajernya, Clarissa, yang juga mantan kekasihnya, membuat nama Laura viral di berbagai platform, termasuk TikTok dan X.
Dengan 2,9 juta pengikut di TikTok, Laura akhirnya buka suara melalui unggahan klarifikasinya untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya.
Laura, yang lahir pada tahun 2000 di Medan, kini menetap di Bali dan dikenal sebagai beauty influencer. Ia kerap berbagi konten seputar makeup dan skincare, dengan pendekatan sederhana yang menjadi daya tariknya.
Perjalanan kariernya dimulai di tengah pandemi pada Juli 2020. Berkat konsistensinya, Laura berhasil membangun basis penggemar yang besar, dan ia dianggap sebagai salah satu kreator muda yang inspiratif.
Namun, konflik yang melibatkan mantan manajernya sekaligus mantan kekasihnya, Clarissa, memicu kontroversi. Hubungan kerja dan asmara yang berlangsung selama 2,5 tahun ini berakhir dengan tudingan dari Clarissa.
Ia mengklaim bahwa Laura tidak pernah membayarkan haknya sebagai manajer selama bekerja sama.
Di sisi lain, Laura merasa bahwa kontribusi finansial sudah diberikan dalam bentuk lain, seperti membiayai kebutuhan Clarissa dan memberikan uang hasil kerja sama mereka.
"Sejak awal, hubungan kerja kami memang tidak didasarkan pada kontrak formal. Semua dilakukan atas dasar kepercayaan karena kedekatan personal. Tapi saya merasa sudah melakukan yang terbaik untuk memenuhi kewajiban saya," ungkap Laura dalam klarifikasinya, dilansir SketsaNusantara.id melalui akun TikTok @laurasiburian.
Pernyataan ini memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak yang mendukung Clarissa dengan alasan bahwa hak sebagai pekerja tetap harus dipenuhi, meski hubungan tersebut melibatkan pasangan atau orang dekat.