SketsaNusantara.id- Laporan aliansi suku Bugis-Makassar kepada Denny Sumargo buntut masalahnya dengan Farhat Abbas rupanya masih berlanjut.
Namun sebelumnya pada 12 November 2024, Denny Sumargo telah mendatangi kantor Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau BPP KKSS.
Denny Sumargo mengajukan permintaan maaf. Namun sayangnya laporan yang telah diajukan dikabarkan tidak akan dicabut.
"Itu kan berhubungan dengan organisasi kedaerahan lain dan selaku pelapor belum juga melakukan pencabutan," ujar pelapor pada tayangan YouTube Cumicumi pada 13 November 2024.
Menurutnya urusan kepolisian sebagai penegak hukum tidak bisa diganggu gugat meskipun Denny Sumargo telah mengajukan permintaan maaf.
Ia dan timnya kemudian menyerahkan kepada kepolisian terkait kasus dugaan yang berkaitan dengan RAS oleh Denny Sumargo.
Baca Juga: Jarang yang Tahu? 2 Sub Suku Batak Ini Ternyata Mayoritasnya Menganut Agama Islam
"Kita juga menghormati proses hukum yang berjalan," ucapnya.
Ditegaskan kembali oleh timnya bahwa laporan ini mendarat ke kepolisian tanpa ada masalah atas nama pribadi.
Apalagi menyeret pribadi Farhat Abbas yang kala itu menjadi latar belakang kasus aliansi suku Bugis-Makassar.
"Sebenarnya yang kita laporkan berhubungan dengan ras dan etnis, bukan berhubungan dengan pribadi Farhat Abbas," jelasnya.
Menurut timnya yang berada di kubu aliansi suku Bugis-Makassar itu menilai bahwa permintaan maaf Denny Sumargo telah diterima.