Diketahui peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 4 Februari 2022 dan rekaman CCTV tersebut sontak menuai reaksi publik dan mengundang beragam komentar dari netizen.
Tak sedikit warganet yang mengutuk tindakan kejam yang dilakukan Armor Toreador dan memberikan dukungan pada Cut Intan Nabila untuk terus maju melalui proses hukum.
"Nangis banget, gak sampai hati lihatnya, mbak Intan yang sabar, semoga Allah segera menggantikan rasa sakit dengan kebahagiaan untukmu dan anak-anak, amin," komentar salah satu netizen.
Sebelum video tersebut diunggah, selebgram Shella Saukia yang merupakan sahabat dekat Cut Intan Nabila juga sebelumnya pernah membongkar kekerasan yang dilakukan Armor Toreador jauh lebih buruk dari apa yang selama ini beredar di media sosial.
Melalui postingan Instagram Story yang diunggah pada Selasa, 20 Agustus 2024, Shella Saukia memuji sahabatnya yang bisa melalui semua ujian dengan sabar dan kuat menghadapi KDRT selama 5 tahun terakhir.
"Sebuah keajaiban Intan bisa bertahan hidup di tangan laki-laki keji seperti itu. Armor sangat amat pantas mendapatkan hukuman paling berat apalagi terhadap perbuatan yang selama ini dia lakukan pada istri dan anak-anaknya," tulis Shella.
Shella juga menanggapi video kekerasan yang dilakukan Armor pada Intan layaknya seorang yang main hakim sendiri saat "memukul maling".
"Video yang kalian liat di sosial media itu nggak ada apa-apanya, guys. Kejadian aslinya Armor udah kayak mukulin maling," imbuh Shella Saukia.
"Apalagi saat itu Intan lagi hamil besar ditendang dan dipukuli sampai jatuh ke bawah tempat tidur di depan anak-anaknya pula. Semoga Allah memberikan balasan atas kezaliman yang dia (Armor) lakukan pada istri dan anak-anaknya," ungkapnya.
Baca Juga: Cak Imin Tak Hadiri Undangan, PBNU Sebut Belum Ada Niat Baik
Shella pun kesal dan menyebut Armor tidak memiliki hati dan tak berkeprimanusiaan dengan melakukan kekerasan di depan anak-anaknya sendiri yang tak memikirkan masa depan putra-putrinya.
"Laki-laki seperti Armor memang pantas dapat karmanya sekarang. Hati dan perikemanusiaannya sudah nol apalagi semua kekerasan dilakukan di depan anaknya. Kita hargai keputusan Intan untuk nggak share semua bukti-buktinya karena itu terlalu sadis," lanjut Shella.
"Itu bukan rumah tangga tapi itu seperti neraka bagi Intan. Demi Allah, dia harus dapat balasan dari Allah atas perbuatan kejinya," pungkasnya.