Topan dan Leysus Dikenal Lewat Ketoprak Humor hingga Tutup Usia
Puncak kepopuleran duo Topan & Leysus meroket di era 1990-an hingga awal 2000-an. Berawal dari panggung seni tradisional, Topan dan Leysus kemudian beberapa kali tampil dalam beberapa acara komedi dan sitkom yang tayang di televisi nasional.
Kehadiran mereka memberi warna baru dalam panggung kesenian tradisional yang dikemas secara modern, dengan membawa gaya lawak Jawa Timur yang menjadi ciri khasnya.
Topan juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam tayangan Ketoprak Humor. Gaya lawakan Topan yang usil ditambah dengan kepolosan Leysus selalu berhasil memicu gelak tawa penonton.
Topan dikenal dengan gestur tubuhnya yang lincah, ekspresi wajah yang jenaka, serta improvisasi dialog yang sangat tajam di atas panggung.
Di tengah gempuran tren komedi modern, Topan & Leysus konsisten membawa kebudayaan dan dialek khas Jawa Timuran ke panggung nasional tanpa kehilangan daya pikatnya.
Selain aktivitasnya di panggung komedi, Topan juga diketahui pernah menjadi pengurus klub sepak bola Arema serta aktif dalam kepengurusan Porprov Kabupaten Malang.
Lama tak terdengar kabar, Topan dikabarkan meninggal dunia pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang beredar, Topan wafat setelah mengeluhkan sakit perut hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 12:00 WIB.
Kabarnya, Topan dijadwalkan tampil di panggung acara komedi memperingati HUT ke-81 RI di Lamongan, namun takdir berkata lain.
Jenazah Topan kini sudah dimakamkan TPU Desa Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kepergian Topan Sugianto meninggalkan duka mendalam, mengingat kenangan semasa hidup yang kerap menghibur banyak orang melalui aksi di panggung Ketoprak Humor.
Topan akhirnya menyusul Leysus yang telah berpulang lebih dulu pada 3 Januari 2006 lalu setelah berjuang melawan penyakit kanker.