SketsaNusantara.id – Kabar kurang menyenangkan datang dari Make Up Artist (MUA) sekaligus presenter asal Jember, Bubah Alfian.
Usai sukses menyukseskan rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, Bubah Alfian dikabarkan mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Jember menuju Jakarta.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, pria bernama lengkap Zakharia Mahfudi Alfiansyah itu menceritakan momen menegangkan ketika mobil yang ditumpanginya kehilangan kendali.
Ia bahkan mengaku sempat berpikir bahwa perjalanan tersebut mungkin menjadi yang terakhir baginya.
"Hari ini, dalam perjalanan dari Jember menuju Jakarta, saya mengalami kecelakaan. Di tengah mobil yang kehilangan kendali, terbanting ke kanan dan ke kiri, ada satu momen ketika saya benar-benar berpikir, 'Mungkin sampai di sini'," tulis Bubah Alfian dalam unggahannya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @bubahalfian.
Insiden tersebut sempat membuatnya ketakutan, namun Bubah Alfian bersyukur karena masih diberi kesempatan bisa kembali pulang dengan selamat.
"Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk pulang, memeluk orang-orang yang saya sayangi, dan melanjutkan mimpi yang belum selesai," ujarnya.
Pengalaman tersebut rupanya menjadi refleksi diri dan membuat Bubah Alfian kembali merenungkan arti kehidupan. Ia menyadari bahwa hidup tidak pernah bisa diprediksi hingga menyampaikan permintaan maaf dalam unggahannya.
"Peristiwa ini mengingatkan saya bahwa hidup tidak pernah bisa ditunda. Kita tidak pernah tahu pelukan mana yang terakhir, pertemuan mana yang terakhir, atau kata maaf yang tak sempat terucap," tulisnya.
"Maka dari itu, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada siapa pun yang pernah terluka karena perkataan, sikap, atau keputusan saya," ucapnya.
Bubah Alfian mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya, seraya menyampaikan pesan untuk saling menguatkan dan tidak menyia-nyiakan waktu yang masih diberikan semasa hidup.
"Terima kasih kepada semua yang selama ini hadir dalam perjalanan hidup saya. Jika hari ini masih diberi napas, berarti masih ada alasan untuk terus memberi manfaat," ujarnya.