"Malam yang semoga menyembuhkan luka... Mbah dari ibu saya ketua salah satu organisasi di Banyuwangi dan kakak tertua saya muslim, mana mungkin saya menyakiti hati mereka (keluarga saya)," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @ari_lasso pada hari Minggu, 5 Juli 2026.
"Video yang beredar sudah di-take down dan saya tidak pernah berkata (soal Israel). Bukan saya, demi nyawa saya pun bersumpah. Makasih Tuhan, anakMu yang dihinakan ini Kau tinggikan," pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai sikapnya terhadap Israel dan Palestina dalam konflik geopolitik yang kerap menjadi isu sensitif di masyarakat.
Sebelumnya, Ari Lasso sempat ramai menjadi buah bibir usai beredar narasi yang mengungkap keinginannya menikah dengan Dearly Djoshua di Israel. Keinginan tersebut belum terwujud karena situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Dalam sebuah cuplikan video podcast, Ari Lasso menginginkan momen sakral itu berlangsung sesuai impian dengan suasana yang lebih hangat dan sederhana dengan dihadiri keluarga inti.
"Bisa (menikah di Jakarta), cuma ya nanti kan ramai, kalau misalnya (di Israel) kan cuma (ada keluarga dan) anak-anak doang," ujarnya dikutip dari cuplikan podcast yang beredar di Instagram.
Keinginan tersebut menuai beragam respons. Di satu sisi, itu adalah hak Ari Lasso untuk memiliki impian pemberkatan pernikahan sesuai keyakinannya sebagai non-muslim, tetapi juga menuai kritik karena dianggap berpihak pada Israel.
Namun, pernyataan Ari Lasso di panggung Prambanan Jazz menegaskan dukungannya dengan menyuarakan isu kemanusiaan yang terjadi di Palestina.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini