Sebagian warganet turut mengaitkan unggahan Fadly hingga menuding dirinya mendukung komunitas LGBT. Publik menyayangkan unggahan tersebut dan menilai aksi Fadly tak bisa dinormalisasi dengan dalih sebagai hiburan semata.
"Jangan menormalisasi pakai baju bersimbol LGBT. Gua tahu itu bagian dari seni. Lu bisa berdalih hanya tren atau sekadar fashion, tapi lu itu publik figur dari Indonesia dan beragama muslim pula, jadi harus kasih contoh yang baik," tulis salah satu warganet.
"Mungkin bisa dibilang cuma seru-seruan, dan lu bisa mengontrol diri untuk menunjukkan imej bagus ke publik tapi kalo sudah blunder, lu enggak bisa mengontrol publik dalam menilai lu. Hati-hati aja deh," tutur warganet lainnya.
Dalam perspektif psikologi dan studi budaya, pakaian sering kali dipahami sebagai bentuk ekspresi diri. Penggunaan motif tertentu tidak selalu memiliki makna tunggal, melainkan bisa dipengaruhi oleh konteks, niat, hingga latar belakang budaya.
Banyak ahli melihat penggunaan motif yang dianggap tidak biasa pada pakaian pria sebagai bentuk eksplorasi gaya atau subversi terhadap norma gender yang selama ini berlaku di masyarakat.
Jika digunakan dalam konteks santai atau hiburan, hal tersebut sering dianggap sebagai bentuk humor visual atau ekspresi fesyen tanpa maksud merendahkan pihak tertentu.
Namun, para ahli juga menekankan bahwa persepsi publik tetap sangat bergantung pada konteks sosial. Sebuah pakaian bisa dianggap netral dalam satu situasi, tetapi bisa menimbulkan kontroversi dalam situasi lain jika dianggap menyinggung nilai atau norma tertentu.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!