SketsaNusantara.id – Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait nafkah dan hak bertemu anak kembali memanas.
Setelah kedua belah pihak saling menyampaikan penjelasan melalui kuasa hukum dan media sosial, kini muncul sosok lain yang ikut terseret dalam pusaran konflik tersebut.
Sosok tersebut adalah Wendy, adik Sarwendah, yang belakangan ikut buka suara di tengah ramainya perbincangan publik mengenai persoalan pasca perceraian sang kakak dengan Ruben.
Dalam siaran langsung TikTok beberapa waktu lalu, Wendy mengungkapkan bagaimana perjuangan Sarwendah sebagai ibu banting tulang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Wendy mengungkapkan bahwa Sarwendah tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak-anaknya.
"Wendah itu single mom ya, mau dia kerja sama siapa aja, mau dia ngapain yang penting happy. Dia happy dikit (sama Gio) dibilang kebucinan, rutinitas tiap hari cari duit, masak, ngurusin anak, apalagi semua butuh duit," ujarnya, dikutip dari cuplikan video live TikTok yang diunggah akun Instagram @lambegosiip.
Tak berhenti di situ, Wendy juga melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi sorotan karena dianggap menyinggung Ruben secara langsung.
"Semua biaya sekolah, sama les-les anak-anak itu dia (Sarwendah) yang bayarin. Lu tanya aja deh bapaknya gimana. Kalau lu cobain jadi Sarwendah, mati juga gue rasa," tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik mengenai nafkah anak yang belakangan ramai diperbincangkan.
Sebelumnya, Sarwendah mengungkap bahwa Ruben disebut sudah tidak lagi memberikan nafkah kepada anak-anak dalam beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, Ruben memiliki alasan sendiri. Presenter kondang yang akrab disapa Bensu itu menjelaskan bahwa dirinya menghentikan pembayaran setelah merasa haknya sebagai ayah untuk bertemu anak-anak tidak berjalan sesuai kesepakatan pasca perceraian.
Kuasa hukum Ruben juga membeberkan bahwa selama ini kliennya selalu rutin mentransfer dana sebesar Rp225 juta per bulan untuk kebutuhan anak-anak. Akan tetapi, ia tak mendapatkan haknya untuk bertemu sang buah hati selama 2-3 kali seminggu sesuai kesepakatan.