Dalam kesempatan yang sama, Baim turut membandingkan langkahnya dengan sejumlah pelaku usaha yang memberdayakan penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja mereka.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif melalui bidang yang ditekuni, termasuk dirinya di industri hiburan.
Selama proses produksi berlangsung, Baim mengaku cukup terkejut melihat kemampuan Alim dan Vanessa dalam mendalami karakter yang diberikan.
Ia bahkan menyebut keduanya mampu menunjukkan kualitas akting yang baik ketika diarahkan dengan tepat selama proses syuting.
“Ketika diarahkan dengan benar, mereka bisa menunjukkan akting yang bagus dan membuat semua orang percaya dengan kemampuan mereka,” ungkapnya.
Pernyataan Baim Wong pun memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian mendukung langkah tersebut karena dianggap membuka kesempatan bagi penyandang down syndrome untuk tampil di industri hiburan nasional.
Namun di sisi lain, masih ada pula warganet yang mempertanyakan bagaimana proses pendampingan dan perlindungan terhadap pemain berkebutuhan khusus selama produksi berlangsung.
Meski menuai kontroversi sebelum penayangan resmi, film terbaru Baim Wong justru semakin menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Perdebatan tersebut juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai representasi penyandang disabilitas dalam dunia perfilman Indonesia.
Banyak pihak berharap keterlibatan pemain berkebutuhan khusus di industri hiburan tidak berhenti sebagai tren semata, melainkan menjadi langkah nyata menuju kesetaraan kesempatan kerja dan penghargaan terhadap kemampuan mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!