showbiz

Tragedi KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Atta Halilintar Sampaikan Duka

Rabu, 29 April 2026 | 21:30 WIB
Atta Halilintar. (Instagram @attahalilintar)

SketsaNusantara.id - Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Peristiwa itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuterline Cikarang. Insiden terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Tabrakan tersebut menimbulkan banyak korban. Data sementara mencatat korban meninggal dan luka. Peristiwa ini langsung menjadi perhatian publik luas.

Sejumlah figur publik menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Salah satunya adalah Atta Halilintar. Ia mengungkapkan duka melalui unggahan di media sosial.

Baca Juga: Bikin Baper! Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Rayakan Anniversary Pernikahan ke-5 dengan Cara Paling Romantis

Atta membagikan gambar pita putih berlatar hitam. Unggahan tersebut menjadi simbol duka atas tragedi yang terjadi. Dalam gambar itu juga terdapat doa untuk para korban.

“Turut berdukacita atas tragedi K.A Argo Bromo Anggrek (4) dan Commuterline Cikarang (5568A) di Stasiun Bekasi Timur,” tulis Atta Halilintar dalam unggahannya pada Selasa, 28 April 2026.

Selain itu, Atta juga menambahkan pesan singkat dalam keterangan unggahan. “Pray for KAI,” tulisnya sebagai bentuk doa bagi para korban dan pihak terkait.

Baca Juga: Atta Halilintar Buka Suara Soal Aurel Hermansyah yang Ngaku Pilih Cerai Jika Suaminya Ketahuan Selingkuh, Begini Ungkapannya

Respons juga datang dari sejumlah tokoh publik lainnya. Nama Raffi Ahmad turut menyampaikan duka. Begitu pula dengan Riyuka Bunga dan Husein Jafar Al Hadar.

Dalam unggahan Riyuka Bunga, terlihat reaksi emosional saat melihat kondisi korban. Ia tidak kuasa menahan tangis setelah menyaksikan dokumentasi yang beredar. Video tersebut kemudian menjadi perhatian warganet.

Data terbaru terkait korban juga telah dirilis. Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 88 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Seluruh korban telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi. Proses penanganan dilakukan oleh tim medis dan petugas terkait. Upaya evakuasi berlangsung sejak malam kejadian.

RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu fasilitas utama penanganan korban. Rumah sakit tersebut menerima jumlah korban terbanyak. Tercatat 50 korban luka dan tiga korban meninggal dirawat di sana.

Pihak rumah sakit juga telah mendirikan posko informasi. Posko ini digunakan untuk memberikan data kepada keluarga korban. Informasi terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini