SketsaNusantara.id - Kondisi rumah Uya Kuya yang sempat dijarah massa kembali terungkap. Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Agustus 2025. Hingga kini, rumah tersebut masih dalam tahap renovasi.
Rumah yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bagian bangunan terpaksa dibongkar. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki struktur yang terdampak.
Uya Kuya mengungkapkan bahwa banyak komponen rumah yang hilang. Barang-barang tersebut diduga diambil saat peristiwa penjarahan terjadi. Dampaknya, proses renovasi menjadi lebih panjang dari perkiraan awal.
Baca Juga: Merasa Dirugikan, Uya Kuya Laporkan Akun Penyebar Isu 750 SPPG ke Polda Metro Jaya
“Renovasinya belum selesai karena kusen, pipa, wastafel, dan closet di rumah itu semuanya dijarah,” ujarnya dikutip dari Intens Investigasi, pada Rabu 22 April 2026.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada bagian luar bangunan. Beberapa fasilitas penting di dalam rumah juga ikut terdampak. Hal ini membuat proses perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh.
Menurut Uya Kuya, renovasi sudah berjalan selama enam bulan. Namun hingga saat ini, pengerjaan belum selesai. Waktu yang dibutuhkan lebih lama karena tingkat kerusakan yang cukup tinggi.
Baca Juga: Nama Dicatut dan Foto Diedit, Uya Kuya Laporkan Penyebaran Hoaks
Ia menyebut bahwa perbaikan membutuhkan penanganan khusus di sejumlah bagian. Selain itu, penggantian komponen yang hilang juga memerlukan waktu. Proses ini menjadi bagian dari tahapan renovasi.
“Karena kerusakannya cukup parah, proses renovasi rumah itu memakan waktu yang cukup lama. Bahkan sampai sekarang belum terjadi,” imbuhnya.
Selama proses renovasi berlangsung, keluarga Uya Kuya harus menyesuaikan kondisi. Mertua serta adik-adik istrinya untuk sementara tinggal di rumah kontrakan. Sementara itu, Uya bersama istrinya memilih menempati lokasi lain.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan kenyamanan selama perbaikan berjalan. Rumah yang direnovasi belum memungkinkan untuk ditempati. Kondisi ini masih berlangsung hingga saat ini.
Meski mengalami kerusakan, Uya memastikan tidak akan menjual rumah tersebut. Ia menegaskan bahwa rumah tersebut memiliki nilai sejarah. Hal ini menjadi alasan utama untuk tetap mempertahankannya.
Rumah itu disebut sebagai hasil dari perjalanan panjang kariernya. Uya menyebut pembangunan rumah tersebut dilakukan dengan usaha sendiri. Proses tersebut berlangsung selama bertahun-tahun.