"Pedagang martabak manis itu sama kayak penjual narko, tapi versi legal. Udahlah, jual yang aman-aman aja, Pak, Bu. Ini udah 2026, jual yang sehat-sehat aja," sarannya.
Pernyataan ini langsung memancing reaksi keras, termasuk dari Nicky Tirta yang menilai ucapan tersebut merendahkan profesi orang lain. Tak sedikit yang kemudian menyerukan boikot terhadap konten-konten milik Steven.
5. Samakan Orang Gendut dengan Anjing
Kontroversi lain yang tak kalah menyulut emosi publik adalah ketika Steven menyamakan orang bertubuh gemuk dengan hewan.
"Bagiku orang gendut itu anj*ng. Apa bedanya orang gendut sama anjing? Semua makanan dihabisin semua itu, padahal Tuhan ciptakan otak supaya manusia itu bisa berpikir, tapi nggak dipake. Berhenti makan sebelum kenyang," ujarnya.
"Bahkan, orang gendut ini lebih rendah dari anj*ng. Anj*ng aja kalo kenyang makanannya ga dihabisin, tapi kalo orang gendut katanya mubadzir, nggak menghargai yang masak lah, kan bisa ngomong," sambungnya.
Meski kontennya diduga bermaksud mengkampanyekan gaya hidup sehat, cara penyampaiannya dianggap berlebihan dan tidak sensitif.
Banyak pihak menilai pernyataan tersebut dianggap body shaming dan tidak pantas disampaikan oleh influrncer yang harusnya bisa mengedukasi tanoa menyakiti hati orang lain.
Itulah sederet perkataan Steven yang pernah ramai jadi perbincangan di media sosial. Rentetan kontroversi ini menunjukkan bahwa niat Steven Wongso menyampaikan edukasi tentang kesehatan, perlu diimbangi dengan empati dan cara komunikasi yang tepat.
Sebagai konten kreator, setiap ucapan memiliki dampak luas dan dapat mempengaruhi persepsi publik. Kritik atau pwekataan sarkas yang disampaikan tanpa sensitivitas justru berpotensi melukai dan menimbulkan polemik baru.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para influencer atau publik figur di dunia hiburan untuk lebih bijak dalam menyampaikan pesan, agar edukasi yang ingin disampaikan tidak berubah menjadi kontroversi yang merugikan banyak pihak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!