Berbeda dengan mengamen virtual lewat live TikTok yang saat ini tengah tengah dilakukannya.
"Kalau di Amerika itu yang nonton orang beneran, jadi aku mesti powerful," tuturnya.
Selama kurang lebih tiga tahun hidup di Amerika Serikat, Pinkan lebih sering memperoleh recehan atau koin kecil.
Pendapatan tertingginya sekitar Rp.5 juta dalam sehari, namun itu saja sangat jarang.
Semenjak aktif ngamen sambil siaran langsung di TikTok, kondisi keuangan Pinkan pun berubah menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Keputusan pelantun lagu Tak Dianggap ini untuk banting stir nyanyi dijalanan tak lain dan tak bukan karena kondisi ekonominya yang sempat terpuruk.
Ia sulit mendapatkan panggilan kerja untuk tampil menyanyi maupun acara di televisi selama sepuluh tahun terakhir.
Akhirnya, dipilihlah mengamen sebagai cara yang paling realistis untuk tetap bertahan hidup bagi Pinkan Mambo dan keluarganya.
Pinkan sendiri terkadang merasa sangar sesak lantaran beban hidupnya yang begitu berat.
"Aku tuh enggak punya hidup, aku dari sepuluh tahun yang lalu sudah bukan orang," ungkap Pinkan dengan nada emosional.
"Kadang aku napas aja susah, duduk aja enggak bisa," imbuhnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!