“Masalah rumah ini akhirnya melebar ke mana-mana, sesuatu yang sebenarnya ingin saya hindari sejak awal,” jelasnya.
Sebagai langkah penyelesaian, Okin akhirnya memutuskan untuk menjual rumah tersebut. Ia menilai bahwa keberadaan aset itu justru menjadi sumber konflik yang berkepanjangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah menawarkan untuk melakukan balik nama kepemilikan, namun hal tersebut tidak pernah terealisasi. Tujuan utamanya, menurut Okin, adalah menjaga hubungan baik demi kepentingan anak-anak tanpa melibatkan persoalan harta.
Dalam proses penjualan, Okin menyebut telah ada komunikasi dengan Rachel, termasuk pemberitahuan terkait rencana pengecekan kondisi rumah oleh calon pembeli. Namun, perbedaan persepsi kembali muncul dan memicu polemik baru di ruang publik.
Di akhir pernyataannya, Okin menyayangkan cara penyampaian masalah yang kerap dibawa ke media sosial. Ia menilai, tidak semua persoalan pribadi perlu dipublikasikan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Okin menegaskan bahwa dirinya lebih memilih menyelesaikan persoalan secara pribadi terlebih dahulu sebelum membawanya ke ranah publik. Ia berharap konflik ini dapat segera menemukan titik terang tanpa memperburuk hubungan, terutama demi masa depan anak-anak mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!