• Amerika: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brasil, Argentina.
• Eropa: Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda, Britania Raya.
• Australia, Selandia Baru, hingga beberapa negara di Afrika.
Joko Anwar menyatakan bahwa meskipun cerita ini berangkat dari realita lokal Indonesia, isu korupsi dan ketidakadilan adalah bahasa universal yang bisa dipahami oleh penonton di belahan dunia mana pun.
Sedangkan pengamat film menyatakan bahwa dalam film ini, Joko Anwar selaku sutradara keluar dari film-film horor garapannya sebelumnya.
Joko Anwar dalam film ini tidak lagi bersandar pada folklor, mitologi, rumah sendirian ditengah hutan ataupun ritual turun temurun namun karakter yang kompleks dimasukkan ke dalam sel tahanan dengan genre horor komedi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!