SketsaNusantara.id – Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan sejarah di kancah internasional.
Film terbaru garapan sutradara kondang Joko Anwar, yang berjudul Ghost in the Cell, dikonfirmasi telah terjual dan akan ditayangkan di 86 negara di seluruh dunia.
Prestasi gemilang ini diraih bahkan sebelum filmnya resmi meluncur di bioskop tanah air pada 16 April 2026 mendatang.
Kesuksesan distribusi global ini disinyalir berkat sambutan luar biasa saat film tersebut diputar di ajang Berlinale 2026.
Lalu Ghost in the Cell sebetulnya bercerita tentang apa? Dikutip dari kanal YouTube Come and See Pictures, berbeda dari karya horor Joko Anwar sebelumnya yang kental dengan nuansa sekte atau religi, Ghost in the Cell mengambil latar tempat yang unik dan mencekam, yakni Lapas Labuhan Angsana.
Film ini mengusung genre komedi horor yang tajam namun reflektif.
Cerita berfokus pada kehidupan para narapidana yang setiap hari harus menghadapi penindasan dari pejabat lapas yang korup serta kekerasan antar-geng tahanan.
Situasi berubah menjadi horor murni ketika muncul teror hantu misterius yang membunuh para napi satu per satu dengan cara yang sangat mengerikan.
Uniknya, hantu ini diketahui hanya mengincar mereka yang memiliki aura atau energi paling negatif.
Plot menarik dalam film ini, demi bertahan hidup dan menghindari incaran sang hantu, para napi yang biasanya beringas mendadak berlomba-lomba berbuat kebaikan agar aura mereka tetap positif.
Konon, dibalik gelak tawa dan rasa takut, Joko Anwar menyelipkan kritik keras mengenai sistem yang korup, kekuasaan, dan nasib rakyat kecil yang terjebak di dalamnya.