Sejak meninggalnya Lula, Reza menghabiskan waktu dengan merenung dan berbicara dengan dirinya sendiri.
"Aku menghabiskan hari-hariku berbicara dengan diriku sendiri, dengan bangku taman, dinding, kelelawar, semut, burung, awan, bahkan bunga matahari,” sambungnya.
Proses menerima kehilangan itu tentu tidak mudah dan cepat. Bahkan Reza mengaku bahwa banyak orang yang menyebutnya gila.
“Aku… orang-orang menertawakanku, mereka menyebutku gila. Bahkan anak-anak juga bilang mereka melihatku seperti orang yang sudah gila, wkwk,” imbuhnya.
Hampir semua orang tahu bagaimana sosok Reza dikenal selama ini. Namun kehadiran Lula membawa hal positif bagi Reza.
“Dengan 'image' aku yang udah hancur bertahun-tahun, tanpa aku minta kamu badanin, kamu tabrak lurus dengan tulus, nunjukin ke semua orang kamu balikin itu semua 180 derajat,” ungkapnya.
Reza mengaku rindu dengan celotehan Lula. Belum sempat mereguk kebahagiaan itu lebih lama, ternyata Lula lebih dahulu berpulang.
“Eh pas lagi planning mimpi kita bareng, kamu langsung pergi aja gitu. Dih, curang lu pendek. Gua kangen yapping lu tau,” ujarnya.
Kendati demikian, Reza merasa beruntung karena pernah memiliki Lula meski hanya sementara.
“Sayang... Makasih, ya. Di luar hubungan kita yang tidak sempurna, tapi kita sama-sama pernah merasa mencintai dan dicintai secara ugal-ugalan,” kenangnya.
Terakhir, Reza terlihat menutup kolom komentar di Instagramnya. Sehingga tidak diketahui bagaimana respon netizen terhadap unggahannya tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!