"Semoga seminggu atau sebulan ke depan nggak ada berita gede, nggak ada berita artis kenapa-kenapa. Nggak ada berita aneh-aneh yang tiba-tiba ngilangin atensi ke sini," ujarnya.
"Kalaupun ada ya udahlah, bismillah aja. Karena kasus yang nggak keurus juga banyak. Jadi kita berdoa aja semoga nggak ada berita besar yang menutupi," tuturnya.
Dalam unggahannya, Bintang juga ikut menyoroti kasus Novel Baswedan yang juga pernah menjadi korban penyiraman air keras pada tahun 2017 lalu.
Ayah 1 anak itu mengapresiasi kinerja Polri yang menangkap pelaku dalam waktu satu tahun, meski hukuman yang diterima hanya sekitar 2 tahun penjara.
"Jadi, itu mata (Novel Baswedan) hilang satu, tapi pelaku dihukumnya 2 tahun. Itu kasus season 1 yang dibintangi Novel Baswedan, dari sini kita bisa menilai dan nanti kita lihat bagaimana kelanjutan season 2 ini," pungkasnya.
Unggahan Bintang Emon mengundang beragam respons dari warganet. Tak sedikit yang merasa skeptis dengan pemerintah dan Polri hingga ikut 'sentil' Menteri HAM, Natalius Pigai.
Meski begitu, besar harapan publik agar kasus ini diselesaikan dengan baik hingga pelaku serta dalang di baliknya terungkap dan mendapat hukuman setimpal.
Presiden Prabowo dengan tegas menginstruksikan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini dengan mengedepankan scientific crime investigation.
"Udah pesimis banget sama yang namanya aparat, masyarakat banyak yang trust issue sama mereka. Setiap ada kasus gede mesti mendadak ada kabar cerai atau perselingkuhan artis, kaya berusaha ada sesuatu yang mau ditutup-tutupi," komentar salah satu warganet.
"Tenang aja, kan kita punya mentri HAM yang udh jago soal HAM dari umur 5 tahun, menurut anda gimana @natalius_pigai? Coba kalo Kapolri yang jadi korban penyiraman air keras, apakah mereka akan lebih gercep?" imbuh netizen lainnya.
"Pengalihan isu di negeri ini sering bekerja seperti smoke screen politik. Setiap kali ada perkara serius, tiba-tiba muncul distraksi yang mind-blowing untuk menggeser atensi publik. Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS harus dikawal. Jangan sampai keadilan tenggelam oleh dramaturgi isu yang sengaja diproduksi demi mengaburkan ini," tulis warganet lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini