showbiz

Omara Esteghlal Senggol Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Sindiran Etika dan Logika Jadi Sorotan

Kamis, 26 Februari 2026 | 20:00 WIB
Omara Esteghlal. (Instagram/omara.esteghlal)

SketsaNusantara.id - Kontroversi pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar memantik sorotan luas. Isu tersebut turut mendapat tanggapan dari aktor Omara Esteghlal, yang menyampaikan komentarnya melalui media sosial.

Komentar Omara muncul setelah beredar video yang memperlihatkan Rudy Mas'ud menjajal mobil SUV premium Land Rover Defender di jalanan berlumpur tanpa aspal. Dalam video tersebut, kendaraan beberapa kali tampak tergelincir saat melintasi medan berat.

Aksi tersebut segera menuai reaksi warganet, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digaungkan pemerintah. Video itu kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Baca Juga: Sang Putra Berulang Tahun yang ke-2, Nadia Omara Sebut Hidupnya Lebih Utuh: Kami Nggak Pernah Tahu akan…

Omara Esteghlal terlihat meninggalkan komentar bernada kritis di kolom tanggapan unggahan video tersebut. Komentar singkat itu langsung menarik perhatian dan memicu diskusi lanjutan.

"Mana yang lebih hancur? Jalannya, logikanya, atau etikanya?" ujar sang aktor dalam komentarnya seperti dikutip pada Kamis, 26 Februari 2026.

Komentar tersebut segera viral dan mendapat ribuan respons dari warganet. Sebagian besar menyoroti etika penggunaan kendaraan mewah di tengah kondisi infrastruktur yang belum merata.

Baca Juga: Imbas Polemik 'Open to Work' Prilly, Akun Instagram Sensodyne Ramai 'Diserang' hingga Muncul Seruan Boikot, Respons Omara Esteghlal Bikin Salfok

Menanggapi ramainya kritik publik, Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, memberikan klarifikasi terkait rencana pengadaan mobil dinas tersebut. Ia menyebut proses perencanaan anggaran telah melalui kajian mendalam.

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa penentuan anggaran didasarkan pada kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah. Kendaraan dinas yang direncanakan diharapkan mampu menunjang mobilitas pimpinan di wilayah dengan medan ekstrem.

Ia memaparkan bahwa karakteristik geografis Kalimantan Timur menuntut kendaraan dengan kemampuan khusus. Banyak wilayah memiliki jalan berlumpur dan berbatu yang memerlukan kendaraan berdaya jelajah tinggi.

"Kondisi jalanan di Kaltim seringkali berlumpur dan berbatu. Kendaraan multifungsi dengan kemampuan off-road yang mumpuni sangat diperlukan agar agenda kerja pimpinan tidak terhambat kendala teknis di lapangan," tutur Sri.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa anggaran Rp8,5 miliar dialokasikan untuk pengadaan satu unit mobil SUV hybrid. Kendaraan tersebut direncanakan memiliki mesin berkekuatan 3.000 cc guna menunjang performa di medan berat.

Namun, ia tidak membeberkan merek dan tipe kendaraan yang akan dibeli. Menurutnya, detail teknis tersebut masih dalam tahap pembahasan dan proses pengadaan.

Halaman:

Tags

Terkini