showbiz

Arie Kriting Angkat Suara tentang Polemik LPDP dan Penganiayaan oleh Anggota Brimob di Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 20:00 WIB
Arie Kriting berkomentar ihwal polemik yang membayangi anak bangsa hingga sempat viral di medsos. (Instagram/arie_kriting)

SketsaNusantara.id - Linimasa media sosial dalam sepekan terakhir dipenuhi perbincangan soal dua peristiwa yang menyita perhatian publik. Dua kasus itu ramai dibahas karena menyentuh persoalan nasionalisme dan kemanusiaan.

Kasus pertama berasal dari video viral seorang alumni penerima beasiswa LPDP berinisial DS. Video bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” menuai kecaman luas dari warganet.

Kasus berikutnya terkait dugaan penganiayaan terhadap siswa SMP di Maluku oleh anggota Brimob berinisial MS. Insiden itu berujung pada wafatnya korban berusia 14 tahun.

Baca Juga: Romantis, Arie Kriting Hadiahi Tas Mahal untuk Anniversary Pernikahan ke-5 Bersama Indah Permatasari

Video DS kini tengah diusut oleh LPDP setelah dinilai mencederai rasa nasionalisme. Pernyataan dalam video tersebut memantik kritik karena menyebut keengganan anaknya menjadi Warga Negara Indonesia.

Di sisi lain, kasus di Maluku juga menyita perhatian publik karena melibatkan aparat keamanan. MS telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Di tengah ramainya dua isu tersebut, komika senior Arie Kriting turut menyampaikan pandangannya melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan itu dipublikasikan pada Minggu, 22 Februari 2026.

Baca Juga: Kasus Pandji Pragiwaksono Memanas, Mahfud MD dan Arie Kriting Bicara Batas Komedi dan Agama di Indonesia

“Betapa membingungkan hidup di negara ini,” tulis Arie membuka pernyataannya di media sosial.

Dalam unggahannya, Arie menyoroti polemik video alumni LPDP yang viral. Ia menilai pernyataan tersebut melukai rasa kebangsaan banyak pihak.

Arie menyebut pernyataan DS mencerminkan sikap merendahkan negara sendiri. Hal itu dipandang kontras dengan status penerima beasiswa yang bersumber dari pajak masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga rasa cinta tanah air meski banyak persoalan terjadi. Menurutnya, berpindah kewarganegaraan bukan jawaban atas masalah bangsa.

Arie menambahkan bahwa anak-anak Indonesia tetap memiliki peran besar dalam membawa perubahan. Ia menyampaikan harapan agar generasi muda terus berkontribusi bagi masa depan negeri.

Setelah menyinggung polemik LPDP, Arie kemudian mengulas kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar SMP di Maluku. Peristiwa itu disebutnya sebagai tragedi kemanusiaan yang memilukan.

Halaman:

Tags

Terkini