Bahkan, buku yang ramai dibahas selama beberapa pekan ini sudah sampai ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Aurelie berharap ada perubahan sistem yang bisa melindungi anak-anak dari child grooming.
“Buku ini dibawa ke DPR, agar ada perubahan di sistem,” sambungnya.
Bukan hanya itu, diketahui beberapa sekolah kini juga secara terbuka membahas isu tentang child grooming.
“Di tahun 2026, child grooming akhirnya dibicarakan secara terbuka, bahkan di sekolah-sekolah,” lanjutnya.
Pembahasan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya child grooming agar tidak ada lagi korban lainnya.
“Supaya anak-anak aware akan tanda-tandanya. Agar mereka tidak harus mengalami apa yang pernah aku alami dahulu,” ungkapnya.
Menengok ke belakang terkait masa lalunya yang kelam, ternyata kini memberi makna dan hikmah yang indah bagi Aurelie.
“Seperti yang suamiku selalu bilang, ternyata semua yang pernah aku lewati dulu akhirnya punya arti,” ujarnya.
Aurelie harap, dengan adanya buku tentang pengalaman nyatanya tersebut, tidak ada lagi Aurelie-Aurelie lain yang menjadi korban kekejaman dari child grooming.
“Buku ini sudah bukan tentang aku. Ini tentang perubahan yang akhirnya terjadi,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!