"Aku minta maaf dengan tulus. Kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman, ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan," ucapnya.
"Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini," tuturnya.
Prilly menyadari bahwa privilese yang dimilikinya bisa menimbulkan kesenjangan persepsi di tengah masyarakat, bahkan bisa melukai perasaan orang lain. Berkaca dari kejadian ini, ia berusaha untuk memperbaiki diri dan bisa memberikan dampak positif bagi orang lain.
"Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," ucap Prilly.
"Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerjasama, serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang, dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamaku," pungkasnya.
Namun di mata publik, penjelasan tersebut dinilai belum cukup meredam kekecewaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan masih tingginya angka pengangguran pasca badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sepanjang 2025.
Bagi banyak orang, LinkedIn bukan sekadar media sosial biasa. Platform tersebut menjadi ruang bertahan hidup, tempat para pencari kerja menggantungkan harapan akan peluang, penghasilan, dan masa depan.
Penggunaan simbol #OpenToWork yang dijadikan gimmick oleh figur publik dengan privilese seperti Prilly dinilai menyentuh sensitivitas sosial.
Akun Instagram Prilly makin banyak dibanjiri hujatan, meski tak sedikit pula para penggemar yang memberikan dukungan.
Dukungan juga datang dari pacar Prilly, Omara Esteghlal. Bintang film "Tinggal Meninggal" itu memberikan pesan menyentuh dan meminta publik tetap membuka ruang diskusi yang sehat tanpa menyerang individu secara personal.
"Semangat, sayang. Semoga kita semua bisa belajar dari sini, dan kedepannya bisa tercipta makin banyak ruang diskusi yang hangat dan konstruktif, bukan saling memaki atau mengolok," tulis Omara di kolom komentar unggahan Prilly.
"Saya harap klarifikasi dan permintaan maaf ini diterima, atau setidaknya didengar oleh mereka yang merasa tersinggung sebelumnya, karena saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf saya. Have a lovely day all," imbuhnya.