Seiring waktu, Aurelie memutuskan membagikan kisah tersebut kepada masyarakat. Keputusan itu muncul setelah ia menyadari banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa.
"Awalnya bukan untuk konsumsi publik, aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri. Dulu, waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan, jadi ada trauma untuk bercerita," ujarnya.
Aurelie berharap kisah dalam Broken Strings dapat menjadi teman bagi pembaca. Ia juga berharap diskusi publik tidak berubah menjadi ruang spekulasi dan serangan personal.***