Gamila menegaskan bahwa menyeret anak-anak ke dalam konflik orang dewasa adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan, baik secara moral maupun hukum.
Musisi sekaligus artis multilatenta itu mengaku sudah terbiasa menghadapi kritik dan hujatan sebagai publik figur. Namun, ia menolak keras ketika kebencian itu menyasar anak-anaknya.
"Ngatain gue atau Pandji silakan, tapi tolong pertimbangkan sebelum bawa kebencian ke anak-anak," ujarnya.
"Tolong bantu berantas pelecehan, cyberbullying atau perundungan anak di internet ya Mas, Mbak. Kalo menyerang anak-anak, apa pantas? Sudah keluar batas!" tandasnya.
Gamila bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum, dan melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jika perundungan terhadap anak-anaknya terus berlanjut.
Menurutnya, tindakan cyberbullying semacam ini melanggar hukum dan berpotensi mengganggu kesehatan mental dan rasa aman anak di ruang digital.
"Ini imbauan untuk delete posting anak-anak saya atau saya lapor polisi dan Komisi Perlindungan Anak. Anda telah melanggar hukum," tegasnya.
Tak hanya di X, serangan juga muncul di Instagram dan Threads. Sejumlah warganet bahkan membandingkan anak Pandji dengan keluarga Gibran, bahkan menyamakan Dipo dengan karakter Maui dalam film animasi Moana yang dikenal punya sifat humoris tapi sombong.
Bagi Gamila, membandingkan fisik dengan tujuan merendahkan sang anak sudah melampaui batas kewajaran. "Saya khawatir akan kesehatan dan keselamatan anak-anak saya," ucapnya.
Meski diliputi rasa khawatir, ibu 2 anak ini mengungkapkan kebanggaannya terhadap putra-putrinya.
Ketika Mila menyerukan perlawanan di media sosial, Dipo justru merespons dengan sikap dewasa. Ia meminta ibunya untuk tidak terlalu memusingkan komentar para buzzer.
"Buat yang ga tau ya, kalo Dipo sih kasihan ke kalian para 'buzzer'. Dipo bilang, biarlah, Ma, mereka ‘kan butuh (uangnya). Kalau nggak butuh, nggak akan benci gitu," ungkapnya.
"Lagipula, disamain sama Maui itu sebuah kehormatan. Maui itu keren," tambahnya.