SketsaNusantara.id – Polemik stand up comedy "Mens Rea" yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono terus bergulir hingga merembet ke ranah yang lebih personal.
Bukan hanya sang komika yang menjadi sasaran kritik, keluarga Pandji pun ikut terseret, bahkan anak-anaknya menjadi korban perundungan (bullying) di media sosial.
Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji memang menyinggung sejumlah isu sensitif di dunia politik nasional.
Salah satu materi yang paling ramai diperbincangkan adalah candaan Pandji ketika menyebut Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, yang terlihat mengantuk.
Materi stand up comedy tersebut mendapat kritik. Salah satunya datang dari musisi sekaligus dokter Tompi yang menyebut perkataan Panji bukan sebagai kritik yang cerdas lantaran menyinggung ke bentuk fisik seseorang.
Cuplikan video Pandji yang menyinggung Gibran di Panggung Mens Rea itu kemudian viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial.
Sayangnya, polemik tersebut justru berbelok arah ketika sebagian warganet melampiaskan kemarahan mereka kepada keluarga Pandji. Anak-anak Pandji menjadi sasaran body shaming dan ujaran kebencian.
Hal ini diketahui dari istri Pandji, Gamila Arief, yang angkat bicara setelah anak pertamanya, Wadilla Dipo Wongsoyudo, menjadi korban perundungan.
Melalui akun media sosialnya, Gamila menyebut serangan itu bermula dari sebuah unggahan di platform X (dulu Twitter) yang menyinggung fisik sang anak.
Akun bernama @SussySusanti disebut sebagai pihak yang pertama kali melontarkan komentar bernada merendahkan dan menyebar luas yang kemudian memicu akun lain melontarkan komentar serupa.
Merasa anaknya menjadi korban cyberbullying, Gamila mengambil langkah tegas. Ia memperingatkan pemilik akun tersebut agar segera menghapus unggahannya.
"Halo akun bernama Sussy Susanti, ini imbauan kedua saya untuk delete (hapus) posting atau saya lapor polisi," tulis selebriti yang akrab disapa Mila itu melalui akun X @gamilaarief pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.