"Yakin, tidak ada penekanan? Kami semua berlima (terdakwa) kita bisa lihat karena di situ juga ada CCTV. Yang Mulia kita di bawah tekanan, dipukuli, disetrum, dan dipaksa untuk mengaku," ungkap Ammar Zoni dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada hari Jumat, 19 Desember 2025.
"Tolong Yang Mulia dihadirkan CCTV dari pihak rutan pada tanggal 3 Januari seperti yang disebutkan. Pengakuan yang saya buat itu berdasarkan dari tekanan," jelasnya.
Pengakuan Ammar Zoni ini membuat sang adik, Aditya Zoni, terpukul. Aditya yang hadir memberikan support di ruang sidang mengaku hancur mendengar cerita kakaknya.
Baca Juga: Tanggapan Menohok Aditya Zoni Usai Dirjenpas Klarifikasi Ammar Zoni Bukan Pengedar Narkoba
Mantan suami Yasmine Ow itu menyatakan kekecewaannya jika benar ada intimidasi dan kekerasan dalam proses pemeriksaan hukum yang seharusnya menjunjung tinggi asas keadilan dan kemanusiaan.
Aditya juga tak menyangka bahwa pengakuan Ammar Zoni yang tertera dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) itu ternyata karena ada tekanan yang diterima kakaknya.
"Kalau memang benar, sangat disayangkan sekali. Betapa hancurnya (setelah mendengar pengakuan Ammar Zoni), berarti negeri ini seperti itu loh, pengakuannya ternyata penuh dengan intimidasi," ucap Aditya Zoni pada awak media.
Sementara itu, kuasa hukum Ammar Zoni, mendesak agar dilakukan penyelidikan mendalam atas dugaan kekerasan tersebut.
Pengacara Ammar Zoni menilai adanya cacat prosedur dalam proses hukum, jika tindakan kekerasan yang dialami kliennya ini benar terjadi.
Ia menyoroti adanya pelanggaran SOP (Standar Prosedur Operasional) maupun terhadap hak asasi manusia (HAM) dalam proses pemeriksaan untuk mendapat keterangan dari Ammar Zoni.
"Berarti kan Berita Acara (BAP) itu dibuat dengan penekanan, dengan siksaan, sehingga itu udah pelanggaran SOP dan pelanggaran juga di Perkap Kapolri tentang HAM," ucap Jon Mathias, pengacara Ammar Zoni.
"Jika benar, ini harus diselidiki. Kalau ini pun nanti terbukti, berarti semua cacat hukum," tandasnya.
Kabar ini seketika mencuri perhatian publik, memicu beragam reaksi hingga menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebagian warganet mengaku geram dengan perlakuan pihak berwajib dan meminta kasus ini diusut secara transparan.