SketsaNusantara.id - Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl menyampaikan rasa keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Wanita yang aktif di kegiatan sosial ini juga menyinggung pernyataan pemerintah terkait ladang sawit yang diagung-agungkan keberadaannya.
Hal ini disampaikan oleh Cinta melalui akun Instagram @claurakiehl pada 10 Desember 2025 seperti penelusuran tim SketsaNusantara.id.
Baca Juga: Datang ke Papua, Cinta Laura Ambil Pelajaran Berharga Ini: Kita Punya Privilege Setiap Hari
Cinta sempat menyentil statement pemerintah yang menyebut bahwa kelapa sawit sebagai karunia.
“Saat rakyat tenggelam yang keluar bukan empati, tapi kalimat manis tentang ‘karunia sawit’?” tanya Cinta dikutip oleh tim redaksi.
Selama ini, komoditas sawit diagung-agungkan keberadaannya karena dianggap menjadi bahan baku untuk beberapa kebutuhan sehari-hari.
“Kalau komoditas seperti sawit dianggap ‘karunia’, kenapa yang nikmatin hanya segelintir?” katanya.
Padahal, banjir yang melanda Sumatra telah menimbulkn kerugian yang begitu besar hingga triliunan rupiah.
“Banjir di Sumatra menghasilkan kerugian ekonomi Rp68,67 triliun, hampir 0,3 persen dari GDP Indonesia,” lanjutnya.
Bahkan Cinta menyampaikan fakta bahwa kerugian dari bencana ini lebih besar dari pada pendapatan dari komoditas sawit.
“Kerugiannya aja hampir Rp2,04 triliun, 30 kali lipat lebih besar dari pada pendapatan tahunan sawit dan tambang yang nilainya Rp68 miliar,” imbuhnya.
Padahal, kekayaan sumber daya alam di Sumatra hanya dinikmati segelintir orang saja dan bukan untuk rakyat.
“Walaupun Sumatra penuh sawit dan tambang, rakyat nggak pernah benar-benar merasakan manfaatnya,” sambungnya.